"Mengapa aku bisa tidak tahu hal seperti ini? Membuatku malu saja!"
-Lesty Rakisyi-
Happy Reading
"Itu hakmu" ujar Lesty saat setelah mendengar penjelasan sang adik.
Kini mereka tengah membicarakan tentang warisan yang di tinggali oleh kedua orangtuanya. Memang warisan 50% telah di serahkan kepanti asuhan R.Kasih milik keluarganya dan itu adalah warisan bagian Lesty, karena bagi Lesty harta tidak ada artinya ketika orang yang di cintainya telah meninggalkannya. Sedangkan 50% adalah hak adiknya, Jodan. Dan saat ini Jodan kembali membahas masalah warisan.
Kedua orangtua Lesty itu pengusaha kuliner, mempunyai beberapa restoran di kota-kota. Namun saat ini di kelola oleh orang kepercayaan, dan hasilnya untuk panti. Hanya restoran yang ada di Jakarta, yang akan di kelola oleh Jodan. Yang akan di mulai dari awal, hingga membuka cabang.
Nama restorannya R.Resto.
Tidak ada maksud apa-apa. Jodan membahas ini semua demi kebaikan dirinya dan kakaknya. Dia berencana untuk meneruskan usaha orangtuanya demi kehidupannya dan Kakaknya. Agar semua aset keluarga tidak dianggurkan. Dan ketika meminta pendapat sang kakak, Jodan tidak mendapatkan apa yang ia harapkan.
"Kak! Itu bukan hanya hak Jodan saja, melainkan hak kakak juga" Lesty bahagia ketika adiknya selalu bersikap dewasa. Bahkan sikap adiknya terkadang lebih dewasa darinya.
"Iya. Kakak akan ngikut apa katamu, karena Kakak percaya kamu bisa"
"Makasih kak. Aku akan segera melakukannya sebelum UN berlangsung"
"Bicarakan semuanya dengan pengacara kita"
"Siap, kak. Kakak harus dukung aku"
"Iya. Kakak akan dukung apapun itu keputusan, jika memang itu yang terbaik"
🍀🍀🍀
"Pagi" sapa Lesty dengan ramahnya kepara rekan kerjanya.
"Pagi juga, Les" balas salah seorang yang tak lain adalah Revi.
Kembali seperti biasanya. Walaupun sang adik akan kembali membuka usaha ayahnya, tetapi Lesty tetap harus bekerja. Pekerjaan hari ini tidak terlalu banyak. Dan itu membuat Lesty bersorak gembira. Namun tidak untuk siangnya. Karena dengan seenaknya bosnya atau Fildan Filfazsha malah menyuruhnya membelikan makan siang untuknya di tempat yang cukup jauh dari kantor.
"Tapi, Pak. Saya bukan office girl!" tolak Lesty dengan hati-hati. Karena dengan tiba-tiba bosnya menyuruhnya untuk masuk kedalam ruangan lalu dengan seenaknya menyuruh membeli makan siang.
"Memang bukan" sahut Fildan dengan santainya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.
"Terus?! Apa maksudnya anda? Bersikaplah profesional!" kesal sudah bersikap ramah dengan bosnya ini. Lesty selalu bingung dengan sikap bosnya. Kenapa dia selalu melibatkan dirinya? Apa untungnya bagi dia?
"Kamu! Hanya saya suruh beli makanan malah protes! Saya itu bosmu! Jangan membantah!" yang seperti ini di sebut irit bicara? Kata seperti ini di sebut cuek? Mana ada!
Hello! Bos nya ini bawel, aneh! Jika ingin membeli makanan kenapa di delevery saja? Menyusahkan saja.
"Kenapa bapak tidak delevery saja?"
"Kan kamu sedang tidak sibuk! Apa salahnya saya minta tolong sama kamu? Hah?!" cukup Lesty berdebat dengan bosnya karena ujung-ujunnya Lestylah yang kalah.
"Baik, Pak! Mana uangnya?!" ujar Lesty. Enak saja di suruh membeli makanan tapi tidak memberikan uangnya.
"Ck. Ck. Pake uang kamu dulu! Saya lagi gak bawa uang tunai"
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta MENGAPA gengsi (Completed)
General FictionJudul awal "MENGAPA" "Mengapa harus dia yang aku cintai?" "Mengapa aku bertemu dengan lelaki seperti dia?" --- Pertemuan yang terjadi pada dua insan yang berbeda sifat. Perbedaan itulah, yang membuat mereka merasa saling membutuhkan. Lelaki dengan...
