Semuanya berubah karena kehendaknya. Rencananya berubah atas izin-Nya
-aninuraeni-
🍀🍀🍀
Di ceraikan oleh dunia, di nikahi oleh akhirat dan di pisahkan denganmu. Semuanya ketetapan Allah. Kenikmatanku, kehidupanku di dunia sudah habis. Sudah waktunya aku mempertanggungjawabkan semuanya, perbuatanku di dunia.
-Lesty Rakisyi-
🍀🍀🍀
"Ya Allah, mengapa kau memanggil dia secepat ini? Mengapa kau memisahkan aku dan dia?
Aku belum membahagiakannya, bahkan dia belum melihat betapa cantiknya anak kami"
-Fildan Filfazsha-
🍀🍀🍀
Di depannya, Fildan dengan jelas melihat wajah istrinya yang sudah pucat dan tubuh yang dingin. Menyakitkan rasanya, saat menghadapi situasi seperti ini. Tapi kenapa? Kenapa harus secepatnya ini?!
"Maaf, Tuan. Jenazah harus segera di urus" ujar salah satu suster yang masih berada di ruangan operasi.
Semua keluarga sudah pulang, menunggu kedatangan jenazah Lesty di rumah. Hanya ada Fildan dan Jodan yang menangis dalam diamnya.
"Biar saya yang bawa" ujar Fildan dingin. Mata tajamnya terus melihat ke wajah sang istri sebelum kain putih menutupnya.
Sesak. Hatinya sesak saat tangannya secara perlahan menutup wajah cantik yang satu tahun lamanya menemani hidupnya dengan kain putih.
Fildan mendorong brankar yang Lesty tempati ke luar rumah sakit, ambulans sudah menunggunya.
"Kak" panggil Jodan saat melihat wajah datar Fildan namun terus di aliri air mata. Semua yang melihat merasa iba.
Fildan tidak menyahut, dia mengabaikan semua tatapan yang tertuju padanya. Jodan menghela nafas pelan, lalu ikut mendorong brankar yang membawa kakaknya.
...
Suara sirine ambulans menggema menuju kediaman Lesty. Di dalam ambulans Fildan terus terdiam, menatap sang istri yang terbaring kaku dengan air mata yang terus membasahi pipinya.
"Kenapa secepat ini ya Allah" batinnya menjerit. Belum bisa menerima kenyataan ini.
Sesampainya ambulans di halaman rumah Lesty, ternyata sudah banyak sanak saudara yang menunggu dengan hati yang hancur. Dan tetangga yang turut berduka.
Fildan bangkit saat mobil ambulans berhenti, keluar untuk mengangkat jenazah istrinya menuju dalam rumah, dengan di bantu Jodan. Karena Fildan tidak mengizinkan yang lain membawa jenazah istrinya.
Suara jeritan, tangisan menggema di dalam rumah kediaman Lesty, semuanya meraung saat melihat tubuh kaku Lesty terbaring di atas kasur yang di sediakan.
Surah yasin terdengar begitu jelas di dalam dalam rumah.
"Lebih baik sekarang kita mandikan jenazahnya" kata ustad menginstruksi semuanya.
Fildan mengangguk, membawa tubuh istrinya secara hati-hati ke tempat pemandian yang sudah di siapkan, di depan rumah.
Siap tidak siap. Fildan harus siap menerima ini semua.
Hanya keluarga yang ikut memandikannya, dan di pandu oleh seorang ustadzah. Sebelumnya mereka di peringati, agar tidak menangis di depan jenazah. Tapi siapa yang sanggup melihat seseorang yang kita sayangi telah tiada?
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta MENGAPA gengsi (Completed)
General FictionJudul awal "MENGAPA" "Mengapa harus dia yang aku cintai?" "Mengapa aku bertemu dengan lelaki seperti dia?" --- Pertemuan yang terjadi pada dua insan yang berbeda sifat. Perbedaan itulah, yang membuat mereka merasa saling membutuhkan. Lelaki dengan...
