|| 12 || BAR-BAR

1.8K 155 20
                                        

Dan perkataan Fildan pun benar-benar akan menjadi kenyata. Kini satu minggu sudah berlalu, lebih tepatnya besok acara pertunangan akan di laksanakan.

Adanya ataupun tidak adanya persetujuan dari Lesty, pertunangan akan tetap di percepat. Karena dengan tiba-tiba Fildan memutuskan untuk satu minggu mendatang pertunangan akan di laksanakan.

Katanya, takut ada fitnah.

Hanya Fildan yang mengetahui alasan di balik ini semua, karena dialah yang memutuskan ini semua. Dan Lesty hanya bisa pasrah, karena sejujurnya hatinya tidak menolak dengan adanya pertunangan ini.

Bahkan kalian bisa tahu bahwa Lesty sudah tertarik dengan Fildan sejak awal pertemuan mereka. Hanya karena sifat Fildan yang menyebalkanlah yang membuat Lesty menutup rasa ketertarikannya.

Namun tidak untuk saat ini.

"Les. Pak Bos emang mau tunangan?" dan kini pegawai di Fazsha.Corp banyak yang kepo dengan pertunangan dan juga calon istri bos mereka.

Memang pertunangan Lesty dengan Fildan tidak di publikasi ke publik dan itu adalah permintaan Lesty dan anehnya Fildan tidak menolaknya yang malah dengan senang hati Fildan menyetujuinya.

Dan para pegawai hanya mendengar kabar bahwa bos mereka akan bertunangan dan tidak akan di publikasi sebelum jenjang pernikahan.

"Kata siapa, Mbak Revi?" jawab Lesty pura-pura tidak tahu. Tentu saja dirinya harus berpura-pura. Karena menurutnya pertunangan ini aneh.

Dirinya dan bosnya baru mengenal.

Lalu dirinya dengan mudahnya menerima lamaran bosnya.

Dan tentunya sang bos yang mungkin jatuh cinta padanya dengan secepat ini.

"Kayaknya iya deh, Les. Soalnya berita udah nyebar gitu, kalau Pak bos akan menikah dan tidak akan di publikasikan sebelum pesta pernikahan" ujar Revi yang hanya di balas gumam oleh Lesty.

Saat ini mereka-LestyRevi dan Tita- tengah menyantap makan siangnya. Mereka memilih untuk makan di kantin kantor, untuk menghemat uang dan waktu.

Dan untuk Lesty. Meski dirinya akan menjadi calon istri dari CEO Fazsha.Corp namun tetap saja dirinya akan bekerja di sini dan menjalankan hukumannya yang sekitar 3 minggu lagi berakhir.

"Kita doakan saja. Calonnya yang terbaik untuk Pak bos" timpal Tita yang sedari tadi menyimak obrolan Lesty dengan Revi.

"Tentu saja. Calonnyakan aku" kekeh Lesty di dalam hati.

"Tapi, masa sih ada yang mau dengan bos kita? Diakan... Hmm dingin, ketus, dan yang paling parah menyebalkan" ujar Lesty entah sadar atau tidaknya dirinya berucap seperti itu.

Hati dan mulut selalu berbeda.

"Tentu saja ada. Bahkan banyak. Pak bos kan tampan" bela Revi yang tidak terima jika bosnya di jelek-jelakkan oleh temannya.

"Tampan tapi kalau sifatnya minus mah. Gak ada apa-apa!" sepertinya Lesty tidak ingin kalah dalam hal menjelekkan Pak bosnya yang notabenenya adalah calon suaminya sendiri.

"Udalah jangan ngomongin Pak bos terus. Takut ada yang denger. Bisa brabe" lerai Tita yang tidak terlalu tertarik dengan status ataupun sikap bosnya.

"Tapi ya. Aku yakin calon Pak bos itu wanita yang sangat beruntung. Pak bos kan tampan, mapan-"

"Tapi yang ada, sial dianya" sambung Lesty lalu tertawa renyah. Sepertinya menjelekkan Pak bos atau calon suaminya akan menjadi hobi barunya.

"Sepertinya Lesty sangat dendam dengan Pak bos" kekeh Tita yang sedari tadi mendengar Kata-kata yang keluar dari mulut Lesty hanya kejelekan Pak bosnya.

cinta MENGAPA gengsi (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang