|| 19 || SAKIT DAN KECEWA

1.8K 148 17
                                        

Typo bertebaran.

-----

'Jika sekiranya kamu tidak mampu melakukannya, aku harap kamu jangan membuat janji'
-Lesty Rakisyi-

'Janji yang berujung kekecewaan'
-author-

Happy Reading

Setelah berjam-jam di habiskan di panti, kini Lesty sudah puas bermain bersama anak-anak panti. Begitu pula dengan Fildan, ia melihat sisi lain dari seorang Lesty. Lesty yang di kenalnya sebagai perempuan yang begitu pecicilan dan jutek sedangkan di panti Fildan bisa melihat sosok Lesty yang lemah lembut dan penyayang.

Ya. Fildan menemani Lesty selama bermain di panti. Ia takut terjadi sesuatu hal pada Lesty. Katakan saja jika Fildan tidak ingin Lesty sendiri di panti meski banyak anak-anak panti dan pengurus lainnya.

Lupakan untuk kejadian tadi sore. Karena itu membuat Fildan sangat malu jika mengingat kembali kelakuannya. Itu di luar kendalinya. Fildan hanya berniat menghibur Lesty yang tengah bersedih. Karena tidak memiliki caranya, jadilah Fildan melakukan cara itu sesuai dengan instingnya.

Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Lesty dan Fildan berniat pamit. Karena terlalu asik bermain di panti, membuat mereka lupa akan waktunya.

"Umi. Lesty pamit dulu ya, nanti kesini lagi" pamit Lesty pada Umi.

Umi mengantarkan mereka kedepan. Hingga dirinya bisa melihat dua mobil mewah terparkir indah di halaman panti.

"Saya juga Umi, sudah malam" lanjut Fildan yang di angguki oleh Umi serta senyum yang menghangatkan.

"Kalian bawa mobil masing-masing?" tanya Umi seakan baru sadar jika mereka membawa kendaraan masing-masing.

Yang di tanya hanya bisa menampilkan senyum sok polosnya yang di tanggapi gelengan kepala oleh Umi.

"Hati-hati di jalannya, terutama kamu, Lesty. Ini sudah larut malam" pesan Umi.

"Umi tenang aja. Saya akan mengikuti mobil Lesty hingga sampai rumah" ujar Fildan yang membuat Umi lega sedangkan Lesty, ia melotot tidak percaya.

"Gak-"

"Udah, Les. Ayok kita pulang" potong Fildan sebelum Lesty mengutarakan protesnya membuat Lesty mendengus malas.

"Assalamualaikum, Umi" ucap keduanya lalu mencium punggung tangan Umi sebagai tanda hormat mereka.

"Waalaikumsalam, hati-hati" pesan Umi lagi yang di angguki oleh keduanya.

"Pak, Bapak apa-apaan sih?! Saya bisa pulang sendiri" protes Lesty saat mereka sedang berjalan beriring menuju mobil masing-masing.

"Saya hanya bertanggung jawab" sahut Fildan santai.

"Bertanggung jawab apa?!"

"Bertanggung jawab, untuk memastikan tunangan saya selamat sampai rumah" meski Fildan berbicara tanpa menoleh pada Lesty, tapi itu sukses membuat pipi Lesty bersemu tanpa sang empu sadari.

"Lagi pula ini hampir larut malam. Gak baik untuk perempuan" lanjut Fildan .

"Yaela, Pak! Dari tadi gombal mulu" cibir Lesty geli apalagi saat mengingat kejadian tadi sore ia merasa dirinya seperti anak SD yang baru mengenal cinta, namun itu tidak di tanggapi oleh Fildan.

Sudah Fildan katakan kan? Jika membahas dan mengingat kejadian tadi sore, itu akan membuat Fildan malu setengah mati.

"Cepetan masuk mobil sana! Saya buru-buru" suruh Fildan mengalihkan pembicaraan Lesty. Ia langsung masuk kedalam mobilnya, begitu pula dengan Lesty meski sambil menggerutu karena kesal.

cinta MENGAPA gengsi (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang