Congratulations for 13k🎉aku sengaja begadang buat bikin part ini, sesuai janji yang aku tulis di pesan.
Btw, mau tanya dong sama kalian.
Kalian itu suka sama cerita ini karya apa? Jangan jawab, karena akunya promosi terus, wkwkwk.. Trs juga jangan jawab, karena ini tokoh utamanya idola kita semua. Itu mah udah jelas, itu faktor utama aku dan kalian buat dan baca cb ini. Iyakan?
Semoga kalian suka dengan part ini.
Happy Reading
Malam.
Acara pernikahan hanya di lakukan setengah hari, sampai sore. Ketika akan menjelang malam semua tamu sudah pada pulang, hanya tersisa saudara-saudara. Itu juga mereka akan segera pulang kerumah masing-masing untuk mengistirahatkan diri.
Hanya pengantin baru yang tidak pulang. Karena keluarga menyuruh mereka untuk menginap di hotel yang sudah di siapakan.
"Kami pulang dulu. Kalian di hotel yang akur" pesan Lita saat akan pulang bersama Zilva dan Jodan.
"Semangat, Say!" ini juga Mimi malah memberi semangat entah untuk apa, karena Lesty tidak mengerti.
"Kak Fildan, harus santai pokoknya!" dan Zilva adik dari Fildan juga malah memberi wejangan untuk Fildan.
Fildan hanya diam, menurutnya tidak ada yang perlu di tanggapi. Karena menurut Fildan itu tidak penting.
"Iya, kalian hati-hati pulangnya" Lesty lebih memilih mengiyakan. Setelah itu Lita, Mimi, Zilva dan Jodan pergi dari pandangannya Fildan dan Lesty.
Sedangkan Fildan dan Lesty langsung ke kamar hotel yang memang di sediakan di gedung pernikahan ini.
Pernikahan di selenggarakan di gedung khusus untuk acara besar, dan gedung tersebut menyatu dengan hotel yang fasilitas lengkap.
Acara ini benar-benar menguras tenang Lesty. Hampir seharian Lesty berdiri di pelaminan begitu pula dengan Fildan.
Ceklek.
"MasyaAllah! Indahnya" Lesty langsung heboh saat Fildan membuka pintu kamar yang sudah di sediakan untuk mereka.
"Norak kamu" ejak Fildan lalu masuk lebih dulu. Lesty mendengus mendengarnya.
Pandangnya menyapu sekeliling ruangan. Ada taburan bunga mawar di atas kasur, entah apa maksudnya karena Fildan tidak mengerti.
Sedangkan Lesty sudah menggerutu di belakang tubuh Fildan, tidak terima di katai norak oleh Fildan.
Namun saat matanya menangkap bunga-bunga mawar yang bertaburan di atas kasur, Lesty melotot. Jantungnya langsung berdetak tidak karuan saat mengingat sesuatu.
"Ya ampun! Ini malam yang di namai malam pertama?" batin Lesty terpekik apalagi saat melihat punggung kokoh di hadapannya. Lesty mulai cemas.
"Saya mandi dulu ya, Pak" setelah berkata seperti itu, Lesty langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya. Karena jika berlama-lama bersama Fildan jantungnya terus berdetak kencang seperti orang yang lari maraton.
"Hm" sahut Fildan. Lalu Fildan membuka jas yang ia kenakan. Melemparnya asal ke atas kasur. Lalu Fildan duduk di sofa untuk menunggu giliran mandi.
Sedangkan Lesty.
Setelah selesai mandi, Lesty jadi ragu untuk keluar dari kamar mandi. Rasanya Lesty lebih memilih untuk pulang dari pada harus berdua dengan lelaki yang sudah menjadi suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta MENGAPA gengsi (Completed)
General FictionJudul awal "MENGAPA" "Mengapa harus dia yang aku cintai?" "Mengapa aku bertemu dengan lelaki seperti dia?" --- Pertemuan yang terjadi pada dua insan yang berbeda sifat. Perbedaan itulah, yang membuat mereka merasa saling membutuhkan. Lelaki dengan...
