|| 04 || PUNYA KEKASIH

2.7K 163 12
                                        

"Mengapa ini terjadi padaku?"
-Lesty Rakisyi-

Happy Reading

"Jodan ... Kakak barangkat dulu" pamit Lesty setelah selesai sarapan. Sedangkan Jodan, tadi dia izin untuk masuk kedalam kamarnya saat sarapan selesai untuk mengambil barang yang tertinggal.

"Kakak! Tunggu" teriak Jodan saraya menuruni anak tangga. Lalu berlari kecil menghampiri kakaknya yang sudah berdiri di pintu utama.

"Ada apa?" tanya Lesty saat Jodan sudah berada di hadapannya. Penampilan Jodan sudah rapih dengan seragam putih abunya serta tasnya yang disampirkan di bahu kanannya.

"Semalam aku ingin membicarakan sesuatu sama kakak, tapi semalam Kakak pulang larut dan aku tidak tega mengganggu waktu istirahat kakak. Jadi biar nanti malam aku bicarakan, aku harap Kakak bisa pulang sebelum makan malam" ujar membuat Lesty teringat kembali tentang makan malam yang sangat-sangat menjengkelkan.

Ingin rasanya Lesty mencakar wajah bosnya yang dengan seenaknya mengajak makan, walau itu menguntungkan bagi Lesty karena bisa makan gratis tanpa susah payah membuat ataupun membeli. Namun tetap saja itu membuatnya jengkel terhadap Fildan Filfazsha.

"Maaf. Semalam pekerjaan sangat banyak. Karena orang yang bekerja dulunya meninggalkan banyak pekerjaan yang harus minggu-minggu ini selesaikan" jelas Lesty membuat Jodan menyunggingkan senyumnya.

"Semangat! Nanti malam kita akan bicarakan sesuatu"

"Mengapa tak sekarang?!" tanya Lesty penasaran. Ia bingung dengan adiknya, kenapa bicara saja terlihat sulit untuk mengatakannya?

"Nanti saja. Sekarang aku harus sekolah. Dan Kakak harus kerja, bukan?" kata Jodan lalu berjalan menuju garasi yang berada di samping rumahnya untuk mengeluarkan motor kesayangan Jodan.

"Kakak akan bawa mobil?" tanya Jodan saat ingin menaiki motor kesayangannya.

"Beratlah. Kakak gak akan kuat!" kekeh Lesty membuat Jodan mendengus kesal. Bukan itu maksudnya!

Saat melihat wajah kesal Jodan, tawa Lesty langsung terdengar.

"Aku akan antar kakak" putus Jodan lalu menyerahkan satu helm untuk Kakaknya.

"Helm siapa nih? Kok kayak baru" tanya Lesty penasaran membuat Jodan mendengus lagi. Kakaknya ini banyak bicara.

"Helm calon adik ipar kaka!" jawaban Jodan membuat mata Lesty melotot.

"Apa?! Kamu udah punya pacar?!" tanya Lesty yang hanya di balas dengan deheman oleh Jodan.

"Kak, cepat kita berangkat! Nanti kesiangan" suruh Jodan membuat Lesty langsung naik ke motor kesayangan adiknya.

"Cewek kamu gak di jemput?" tanya Lesty saat motor sudah berjalan menelusuri jalanan raya.

"Dia diantar oleh Kakaknya"

"Kapan kamu nembak dia?"

"Aku gak menembak dia"

"Terus?"

"Kalau aku menembaknya, mungkin dia sudah meninggal, tapi disini aku hanya mengatakan perasaanku padanya" jelas Jodan membuat Lesty dengan gemas memukul bahu Jodan membuat Jodan terkekeh.

"Baper gue dengernya" cibir Lesty membuat Jodan menegur bahasa yang Lesty gunakan ketika dengannya.

"Kak!"

"Maaf. Kakak khilaf. Lagian kamu kayak yang bisa romantis saja"

Orangtua mereka mengajarkan mereka untuk berbicara dengan sopan ketika bersama saudara dan begitupun dengan yang lainnya. Meski kata gue-lo terdengar gaul, namun bagi kedua orangtua mereka kata gue-lo kurang enak didengar jika di gunakan dengan orang yang lebih tua dengan kita apalagi bersama saudara. Jadi bukan berarti mereka tidak dibolehkan menggunakan bahasa gaul tersebut, hanya saja orangtua mereka menyarankan untuk bisa menggunakan bahasa sesuai dengan keadaan.

cinta MENGAPA gengsi (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang