Kini gengsi yang mendominasi diriku
-Fildan Filfazsha-
Happy Reading
"Saya mencintai mu"
"Saya mencintai mu"
"Saya mencintai mu"
"Ya ampun! Kenapa kata-kata itu terus terdengar?!" pekik Lesty kesal.
Bohong.
Bohong jika Lesty tidak mendengar Fildan berkata seperti itu. Hanya saja Lesty terkejut saat mendengarnya, dan Lesty hanya ingin memastikan apa yang bosnya katakan.
Dan ternyata? Sudah Lesty tebak, bahwa Fildan hanya bercanda.
Namun tetap aja, kalimat itu terus berputar di kepala Lesty. Dan membuat Lesty bertanya-tanya. Apa maksud Fildan berkata seperti itu?
Apakah Fildan mencintai Lesty?
Cinta? Konyol! Sungguh konyol perkataan Fildan.
Saat setelah percakapan tidak jelas itu. Fildan langsung meminta untuk pulang, dengan alasan sudah larut malam. Dan saat di perjalanan pun, Fildan tidak membuka suara. Diam membisu seakan-akan tak pernah mengucapkan kalimat konyolnya.
Dan gara-gara itu, malam ini Lesty sulit untuk tidur.
🍀🍀🍀
Bodoh.
Kata itu yang pantas untuk Fildan saat ini. Fildan merutuki kebodohannya. Kenapa bisa-bisanya dirinya kebablasan dan mengacaukannya!
Gara-gara kurang pengalaman.
Pengalaman?
Fildan tidak mempunyai pengalaman dalam menyatakan perasaannya. Dan saat tadi di taman, itu adalah pengalaman pertama yang sungguh sangat memalukan. Karena sedari dulu Fildan tak pernah pacaran. Dirinya hanya pernah berkomitmen dengan seseorang yang entah sekarang berada dimana. Itu pun, bukan Fildan yang mengajaknya, gadisnya lah yang mengajaknya dan yang mengkhianatinya.
Komitmen yang tidak adanya kepercayaan. Hanya ada pengkhianatan.
"Seharusnya gue tadi bilang sekali lagi. 'Aku mencintaimu, Lesty. Lalu kamu mau jadi pacar aku?' Nah gitu Fildan! Bodoh banget! Gengsi lo ketinggian!" rutuknya. Fildan benar-benar melewati kesempatan kali ini. Kapan lagi coba dirinya bisa berduan dengan Lesty?
Lesty yang menjadi sekretarisnya hanya akal-akalan Fildan untuk selalu dekat dengan Lesty. Karena hanya cara itu yang terpikir di dalam otak Fildan.
Dan sekarang pertanyaannya, apakah Lesty mendengar ucapan Fildan saat itu tidak? Jika iya. Sungguh Fildan akan sangat malu saat bertemu dengan Lesty.
Sedang asik merutuki kebodohannya. Suara sang Bunda menginstruksinya.
"Fildan Keluar. Temui Bunda diruang keluarga" suruh Lita yang berada di luar kamar Fildan. Saat ini Fildan sedang tidak ingin di ganggu oleh siapapun.
"Fildan capek. Pengen istirahat" balas Fildan dengan posisi yang tak berubah. Hanya duduk di bibir ranjang dengan mata terpejam.
"Terserah. Kalau kamu gak mau bicara sama Bunda malam ini. Jangan nyesel kalau minggu depan kamu nikah!" ancam Lita.
What! Mata Fildan yang sedari tadi terpejam, kini terbuka lebar-lebar saat mendengar kalimat yang Bundanya ucapkan. Bundanya tak pernah bermain-main dalam ucapannya, karena itu Fildan segera membuka pintu kamar yang tadi ia kunci.
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta MENGAPA gengsi (Completed)
General FictionJudul awal "MENGAPA" "Mengapa harus dia yang aku cintai?" "Mengapa aku bertemu dengan lelaki seperti dia?" --- Pertemuan yang terjadi pada dua insan yang berbeda sifat. Perbedaan itulah, yang membuat mereka merasa saling membutuhkan. Lelaki dengan...
