|| 42 || DATANG DAN KEMBALI

1.5K 112 17
                                        

Datangnya dari Allah dan akan kembali kepada Allah.

•••

"Makasih, Umi. Jangan lupa mampir lagi ke sini. Padahal Lesty maunya Umi nginap di sini, biar malamnya Umi gak cape" ujar Lesty yang mengantarkan kepulangan Umi.

Tadi pagi, Umi silaturrahmi ke rumah Bunda Lita, karena sekarang sampai proses kelahiran Lesty--Fildan dan Lesty memutuskan tinggal di rumah Bunda Lita. Alasannya sih agar ada yang menjaga Lesty saat Fildan berangkat kerja.

"Iya, Sayang. Tenang aja, Umi gak bakal cape kok. Kamu juga sehat-sehatnya, biar dedek bayinya juga ikut sehat" ujar Umi tersenyum hangat pada Lesty yang kini memeluknya.

"Padahal Lesty pengen Umi nginap, supaya bisa liat Lesty tidur"

"Ya ampun, Sayangnya Umi" gemas Umi mengeratkan pelukannya pada Lesty.

Lita yang ikut mengantarkan Umi sampai di depan pintu pun, ikut terharu melihat kedekatan Lesty dan Umi.

"Lesty sehat kok. InsaAllah dedek bayinya juga sehat" ujar Lesty. Memang benar--untuk bulan ini kondisi Lesty semakin membaik. Tidak ada mual lagi dan sudah jarang mengeluh sakit.

Tapi tidak tahu untuk besok--bahkan nanti malam.

"Aamiiin" sahut Umi dan Bunda Lita.

...

"Mas Fildan kok tumben belum pulang?" gumam Lesty--ke diri sendiri. Karena setelah Umi pulang, Lesty memutuskan untuk menunggu kepulangan suaminya seorang diri di ruang keluarga. Karena Lita tadi izin mandi, kebetulan juga waktu sudah menunjukkan pukul 17.03, jam-jam pulang suaminya.

"Cieeee.. Kangen Mamas suaminya" seru seseorang yang baru saja ikut duduk di samping Lesty.

Lesty menatap Zilva yang sudah duduk di sampingnya dengan malas.

"Jodan gak kesini?" tanya Lesty mengabaikan godaan Zilva. Akhir-akhir ini Jodan disibukkan dengan jadwal kuliahnya dan juga Resto.

"Katanya nanti malam main ke sini. Sekarang lagi sibuk di resto" jawab Zilva seadanya, lalu ikut menyomot kue yang ada di pangkuan Lesty.

"Ish! Ini punya Kakak!" Lesty langsung memukul pelan punggung tangan Zilva yang sudah berhasil mengambil kue buatan Umi.

"Ya ampun, Kak! Dikit doang" gemas Zilva. Pasalnya kejadian ini tidak hanya kali ini saja. Akhir-akhir ini Lesty selalu pelit berbagi makanan.

Bahkan yang lebih menyebalkannya lagi, kakak iparnya ini selalu meminta makanannya, dan akan menangis ketika tidak mendapatkannya. Lalu berujung Zilvalah yang salah di mata Bunda dan kakaknya. Tapi meski begitu, Zilva sangat sayang pada kakak iparnya meski bertingkah menyebalkan seperti sekarang ini.

"Va, Kakak kamu kemana sih?! Kok belum pulang! Padahal Kakak lagi pengen rujak buatannya. Ih!" selalu Zilva yang mendapatkan imbasnya ketika kakaknya pulang terlambat seperti ini.

Menarik nafas, lalu membuangnya secara perlahan.

"Kakak Ipar mau Zilva beliin rujak?" seakan menangkap kode yang di berikan Lesty. Sontak tawaran Zilva membuat mata Lesty berbinar.

"Peka sekali kamu ini" puji Lesty membuat Zilva membatin.

"Iyalah peka. Orang Kak Lesty sering ngode gini".

"Jadi mau gak nih?" tanya Zilva memastikan sebelum dirinya keluar rumah.

"Mau. Sambalnya yang pedas, ya" seru Lesty. Membayangkan buah mangga muda yang dicocol dengan sambal pedas rasanya sudah membuat Lesty ngiler.

cinta MENGAPA gengsi (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang