|| 06 || EGO DAN GENGSI

2.2K 172 18
                                        

Hay! Aku come back nih! Ada yang kangen gak nih? Wkwkw.. Gak nanya nih kenapa dua minggu ini gak update?

JANGAN LUPA VOTED AND COMMENT GUYS!

DAN BAGI YANG BELUM FOLLOW AKUN INI JANGAN LUPA FOLLOW.

-----

"Aku harus apa? Egoku terlalu tinggi untuk mengungkapkan perasaanku"
-Fildan Filfazsha-

HAPPY READING

"FILDAN" teriakan itu begitu nyaring di kediaman Fazsha. Entah sudah keberapa kalinya sang ratu rumah meneriaki nama sang Putra.

Kesal sekaligus gemas dengan putranya. Lita dengan tergesa-gesa menghampiri kamar putranya. Lita yakin bahwa Fildan sudah berada di kamar karena ini sudah larut.

"Anak kurang sopan, pulang langsung pergi ke kamar!" gerutu Lita saraya melangkah kakinya menuju kamar sang putra.

TOK! TOK! TOK!

Sungguh Lita sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan putranya. Hingga membuat dirinya mengetuk pintu dengan tidak sabaran.

"FILDAN BUKAN! Bunda tau kamu udah pulang!" teriak Lita kesal sekaligus gemas dengan putranya. Bukan putranya yang keluar nyatanya yang terganggu oleh suara Lita adalah putrinya yang memang kamar mereka bersebelahan.

"Astaga! Bunda ngapain malam-malam gini teriak-teriak? Ganggu orang tidur aja" kesal Zilva karena tidurnya terganggu oleh teriakan sang Bunda.

"Diem! Bunda mau klarifikasi sesuatu sama kakak kamu"

Hoam!

"Apaan emangnya?" tanya Zilva setelah menguap. Zilva benar-benar mengantuk sekali dan lihatlah sekarang pukul 12 malam dan Bundanya malah teriak-teriak tidak jelas.

"Mending kamu tidur deh, besokkan sekolah"

"Ta-"

"Ada apa ini? Kok rame-rame depan kamar Fildan?" potong seseorang yang baru keluar dari kamarnya dengan rambut yang masih basah menandakan bahwa dia telah membersihkan diri.

"Nih dia!" langsung saja Lita melayangkan cubitan ke perut Fildan. Putranya yang sedari tadi di teriakin akhirnya keluar juga.

"AWW! Sakit, Bun. Ada apa sih?" ringis Fildan.

"Ada apa, ada apa?! Kenapa pulang gak bilang Bunda?!" ujar Lita membuat Fildan meringis sejenak.

"Bukan gitu maksudnya. Fildan kira Bunda udah tidur, lagiankan Fildan pulang larut banget" jelas Fildan, mencari alasan yang tepat.

"Tetep aja! Bunda itu mau nanya sesuatu sama kamu!"

"Apaan, Bun?" kini yang kepo terhadap tujuan Lita adalah Zilva.

"Kamu di suruh tidur bukannya tidur malah tetep disini" omel Lita pada membuat Zilva menatap Bundanya malas.

"Bunda sendiri yang ganggu orang tidur"

"Ta-"

"Mending kita lanjut besok aja, ini udah larut. Bunda sama Zilva harus tidur, begitupula Fildan. Kita butuh istirahat" lerai Fildan membuat Lita mengalah.

"Iya"

"Good night, Bun"

"Good night to, anak Bunda"

🍀🍀🍀

"Astagfirullah. Aku terlambat!" pekik Lesty saat dirinya baru selesai bersiap untuk pergi kekantor.

cinta MENGAPA gengsi (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang