Seharian ini Fildan merasa dirinya tidak tenang. Bahkan pada pekerjaannya pun ia kurang fokus, padahal hari ini ada meeting dengan clientnya.
Entah kenapa hati dan pikirannya tidak selaras.
Untungnya ada sekretaris dan manajer lainnya yang membantu materi untuk meeting kali ini.
Menghela nafas, ia lakukan untuk mengurangi kerisauan yang ada pada dirinya.
"Tenang, Fil. Nanti kita ikuti dia kemana perginya" gumamnya menyemangati dirinya.
Ya. Karena pembicaraan tadi antara dirinya dan Lesty, pikiran dan hatinya jadi tidak karuan. Apalagi saat mendengar Lesty yang sudah mempunyai janji dengan seseorang sehabis pulang kerja membuat keingintahuan Fildan memuncak.
Siapa yang akan Lesty temui? Karena memikirkan itu, fokus pada pekerjaan terganggu. Efek Lesty memang luar biasa bagi diri Fildan.
Tok. Tok. Tok
"Masuk" suruh Fildan membuat dirinya bisa mengetahui siapa yang mengetuk pintunya.
Dan ternyata dia adalah orang yang sudah membuat pikirannya tidak karuan.
"Pak, meeting 10 menit lagi akan di mulai" ucap Lesty yang di angguki oleh Fildan.
"Ya sudah sana. Nanti saya nyusul"
Setelah itu, Lesty keluar dari ruangan Fildan tanpa sepatah kata pun. Dan itu sukses membuat Fildan mengerutkan keningnya. Merasa bingung dan heran dengan sikap Lesty hari ini.
"Ada apa dengan gadis itu? Apa aku melakukan kesalahan?" batin Fildan bertanya dengan mata yang mengikut pergerakan Lesty yang akan keluar dari ruangannya.
...
Meeting kali ini dengan Lisyen.Corp yang membuat Lesty bisa kembali bertemu dengan sahabatnya yang tidak lain adalah Pandu.
Itu sukses membuat Fildan bertanya-tanya. Apa hubungannya yang di miliki oleh mereka? Terlebih lagi saat melihat kedekatan Lesty dan Pandu, amarah Fildan terasa memuncak.
Selesainya meeting Lesty tidak langsung keluar dari ruang meeting tersebut karena Pandu yang menahannya. Begitu pula dengan Fildan, Fildan sengaja tidak langsung keluar dengan pura-pura mengecek berkas-berkas yang tadi di gunakan untuk meeting.
Fildan ingin tahu apa hubungannya yang mereka miliki.
"Les, bentar" cegah Pandu saat Lesty akan beranjak dari duduknya.
"Apa apa?" tanya Lesty membuat Fildan dengan segera memasang telinganya baik-baik, agar bisa mendengarkan apa yang akan Pandu bicarakan dengan Lesty.
"Les, nanti pulang kantor aku jemput, ya?" ucap Pandu yang duduk di seberang Lesty sedangkan Fildan duduk di kursi pemimpin ujung meja.
"Tumben" sahut Lesty membuat Fildan mendengus pelan. Bukannya langsung menolak, tetapi Lesty malah berkata 'tumben'.
"Ada yang perlu kita bicarakan. Ayolah" bujuk Pandu membuat Lesty berdecak pelan. Merasa dirinya tengah di paksa oleh Pandu.
"Gimana nanti" setelah mengatakan itu, Lesty langsung beranjak dari duduk lalu ia melangkah kakinya keluar ruangan. Tak lama dari itu, Pandu menyusul Lesty membuat perasaan Fildan tambah tidak karuan.
Namun sebelum Pandu beranjak dari duduknya, ia pamit pada Fildan terlebih dahulu.
"Mari, Pak. Saya duluan"
"Iya" sahut Fildan singkat tanpa mengalih pandangannya. Dan Pandu memakluminya.
"Mungkin berkas itu penting" batin Pandu berpikir positif, lalu meninggalkan Fildan seorang diri di ruang meeting.
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta MENGAPA gengsi (Completed)
Ficción GeneralJudul awal "MENGAPA" "Mengapa harus dia yang aku cintai?" "Mengapa aku bertemu dengan lelaki seperti dia?" --- Pertemuan yang terjadi pada dua insan yang berbeda sifat. Perbedaan itulah, yang membuat mereka merasa saling membutuhkan. Lelaki dengan...
