|| 34 || CINTA DALAM GENGSI

1.5K 112 13
                                        

Sudah lebih satu bulan pernikahan Fildan dan Lesty. Sikap keduanya masih sama, tidak ada hal romantis yang di lakukan ketika bersama.

Semuanya berjalan begitu saja. Masih cinta di dalam gengsi.

"Hari ini aku ingin bekerja" ujar Lesty. Lesty rasa dirinya belum memberikan surat pengunduran diri ke kantor, jadi Lesty masih bisa bekerja bukan?

"Kerja apa?" tanya Fildan yang tengah menikmati sarapannya.

"Kantorlah. Jadi pegawai seperti sebelumnya" Lesty manatap penuh harap pada suaminya.

"Percuma. Buang-buang duit"

"Maksudnya apa?" Lesty bingung, masa kerja buang-buang duit sih?

"Yang gaji nanti siapa? Yang menghidupi kebutuhan kamu siapa? Saya jadi double mengeluarkan uang" Lesty beristighfar, tidak menyangka suaminya bisa perhitungan.

"Kan gaji kantor beda lagi" protes Lesty. Fildan mengalihkan tatapan pada istrinya yang duduk di sampingnya.

Apakah istrinya tidak paham dengan maksudnya?

"Lebih baik uangnya buat gaji orang lain, dari pada buat kamu. Kamu kalau butuh sesuatu bisa bilang sama saya" ujar Fildan. Lagi pula Fildan masih mampu mencukupi hidup istrinya.

Sebenarnya Fildan ingin mengatakan, bahwa dirinya melarang Lesty bekerja, harga dirinya sebagai suami terasa hancur ketika melihat sang istri bekerja. Tapi, karena gengsinya tinggi jadi cara penyampaian-nya belibet.

"Saya berangkat. Kalau mau pergi izin dulu" Fildan beranjak dari duduknya, lalu mengambil jas yang tersampir di kursi.

"Ngambek" ejek Fildan yang melihat wajah Lesty yang di tekuk.

"Apaan sih!" ketus Lesty lalu meraih tangan Fildan untuk di ciumnya.

"Saya berangkat, Assalamualaikum" Fildan membalasnya dengan mencium kening Lesty.

Itu sudah menjadi kebiasaan mereka.

"Waalaikumsalam, tapi bolehkan kalau kerja di kantor Pandu?" mata Lesty berbinar ketika menemukan ide berlian menurutnya.

Fildan menatap Lesty tajam. Fildan tidak suka jika istrinya menyebut nama lelaki lain.

"Jangan coba-coba!" peringat Fildan lalu keluar rumah dengan perasaannya dongkol. Apalagi nanti di kantor akan bertemu dengan Pandu, perusahaan-nya sedang membangun proyek besar bersama perusahaan Pandu.

"Cemburu ya?" tanya Lesty seraya berlari menyusul Fildan yang lebih dulu keluar rumah.

"Ge-er kamu" balas Fildan dengan wajah juteknya, yang malah membuat Lesty terkekeh.

"Masa sih?" kini Lesty sudah berada di samping suaminya. Tangan Lesty tidak tinggal diam, tanganya mencolek lengan Fildan.

"Ini tangan ngapain sih? Saya berangkat ah" ujar Fildan lalu berjalan ke arah mobilnya. Sebelum masuk Fildan kembali mengucapkan salam, yang tentu di balas oleh Lesty, sang istri.

"Hati-hati, Sayang" ujar Lesty saat mobil Fildan keluar dari pekarangan rumah.

Sontak, mobil Fildan yang sudah melaju langsung mendadak berhenti, tepat di depan gerbang. Lesty menatapnya bingung.

"Iya, Sayang" balas Fildan dari mobil dengan kaca mobil yang sudah di buka olehnya.

"Kampret ih" kekeh Lesty.

cinta MENGAPA gengsi (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang