|| 25 || MAUNYA PAK TAMPAN

1.8K 150 32
                                        

"Ini mauku. Kenapa kalian mempertanyakannya lagi?"
-Fildan Filfazsha-

Happy Reading

"Nak, kamu setuju kalau pernikahannya di percepatan" tanya Lita pada Lesty yang duduk di sebelahnya.

Kini mereka-Lita, Lesty, Fildan, Jodan, dan Zilva-tengah berada di ruang keluarga rumah Lesty untuk kembali membicarakan tentang pernikahan Fildan dan Lesty.

Lita yang mendapatkan informasi dari sang putra tentang pernikahannya yang akan di majukan, ia begitu terkejut dengan keputusan putranya. Makanya sekarang Lita akan menengahi permasalahan yang ada.

"Gak tau, Bun. Tanya saja sama Pak Fildan" jawab Lesty dengan sedikit kesal. Dirinya memang merasa kesal dengan sikap seenaknya Fildan.

"Fildan, apasih maumu itu?" tanya Lita pada anaknya yang duduk berseberangan dengannya.

Fildan duduk bersamping dengan Zilva sedangkan Jodan duduk di samping kiri Lesty dan samping kanannya Lita.

"Ya itu, menikah dengan Lesty dua minggu lagi" jawab Fildan dengn santainya.

"Ish! Kamu tuh kenapa sih? Kok nyeselin banget" keluh Lita akan sikap Fildan.

"Kalian tanya apa mau Fildan, ya itu maunya Fildan" sahut Fildan dengan sikap tenangnya.

"Good, Kak! Aku dukungmu" bisik Zilva membuat Fildan mendengus malas.

Lita menghela nafas mendengar Jawaban anaknya. "Jadi sekarang kamu setuju tidak, dengan keputusan Fildan, Sayang?" tanya Lita pada Lesty yang akan mengakhiri pembicaraan mereka.

"Gimana ya? Lesty juga bingung. Ini terlalu cepat" jawab Lesty bingung. Memang hatinya kadang mengatakan iya, namun logikanya berpikir ini terlalu cepat untuk mereka.

"Lebih cepat lebih baik" sahut Fildan.

"Iya betul, Kak Lesty. Lama-lama takutnya kalian bosan" ucap Zilva menambahi.

"Apa maksudmu bosan?" tanya Fildan yang kurang suka dengan kata 'bosan' yang terucap olah adiknya.

"Maksudnya, takut kalian bosan hidup sendiri-sendiri lalu nekat deh nikah dadakan. Kan itu bahaya" jelas Zilva.

"Jadi gimana keputusan kamu, Lesty?" tanya Fildan tidak sabaran membuat Lesty berdecak pelan.

"Dan, menurut kamu Kakak harus apa?" tanya Lesty meminta pendapat adiknya yang duduk di sampingnya.

"Ikuti kata hati Kakak"

"... Pernikahan bukan permainan! Jangan terburu-buru hanya karena sebuah rasa cemburu" lanjut seraya menatap Fildan yang duduk di seberangnya.

"Saya tidak terburu-buru! Karena ini memang yang terbaik bagi kami. Saya bisa menjaga Kakakmu tanpa khawatir akan adanya fitnah" sahut Fildan.

"Ego Kak Fildan tersentil ketika melihat Kak Pandu bersama dengan Kak Lesty" kali ini Fildan merasa tersinggung dengan ucapan Jodan.

"Oh! Jadi kamu cemburu liat Lesty sama si Pandu Pandu itu? Terus kamu mau majuin pernikahan dengan alasan lebih cepat lebih baik, gitu? Padahal kamu gak terima liat Lesty deket dengan Pandu" tanya Lita dengan kesalnya.

cinta MENGAPA gengsi (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang