03 | Arogan Boss

5.9K 571 16
                                        

Vote dulu yuk sebelum baca:)

.   .   .   .   .

Refleks, Rose berteriak kaget menunjuk Jimin dg telunjuknya.

"KAU?!"

Yang ditunjuk tidak bereaksi apa-apa, ia hanya menatap Rose datar. Nayeon yg melihat kejadian yg terjadi di antara keduanya, menatap bingung

"Maaf, apakah kalian berdua saling mengenal?" tanya Nayeon

"Anieyo"

Rose dan Jimin menjawab secara bersamaan, Jimin menjelaskan. "Hanya saja sebelumnya kami mempunyai sedikit masalah" Jimin menatap Rose dan Rose menatapnya balik sinis.

"Baiklah kalau begitu, saya izin kembali bekerja tuan Park" Nayeon membungkukkan badannya hormat.

"Silahkan"

Nayeon keluar dari ruangan Jimin, Jimin pun duduk di kursi kebesarannya dg wajah arogannya ia masih menatap Rose intens. Rose juga tak mau kalah, ia menatap Jimin tajam.

"Kemarikan CV-mu" pinta Jimin

"Siro! Aku berubah pikiran, aku tidak jadi melamar menjadi sekretarismu!" Rose hendak keluar dari ruangan Jimin tapi, saat ia memutar kenop pintunya. Terkunci.

Hey, sejak kapan pintu ini dikunci? Rose mendengus kesal, mencoba untuk membukanya lagi tapi tetap saja tidak bisa.

Melihat Rose mencoba untuk keluar Jimin menyeringai. "Walau kau mencobanya berkali-kali, tetap saja pintu itu tidak akan terbuka" ucap Jimin.

Rose memutar bola matanya kesal.

"Lalu apa maumu?"

"Kemarikan CV-mu" Jimin mengetukkan jarinya dimeja, dengan pasrah Rose memberikan CV nya kepada Jimin.

Jimin membacanya sedangkan Rose berdoa agar ia tidak akan diterima menjadi sekretaris Jimin

Jimin menutup CV-nya, Rose benar-benar berharap tidak--

"Kau diterima" Rose membulatkan matanya lebar tidak percaya dengan apa yg Jimin katakan tadi "A-apa kau bilang?"

"Kau Roseanne Park, aku terima menjadi sekretarisku" ulang Jimin dg penekanan pada kata-katanya, barulah Rose sadar dg apa yg didengarnya.

"MWO? AKU DITERIMA? SIRO!"teriak Rose tidak terima dg pernyataan Jimin

"Yak banyak orang yg ingin berada di posisimu, kau tau?"

"Masa bodoh, pokoknya aku tidak mau!"

"Kemarilah, dan tanda tangani kontrak kerja" Jimin memberikan selembar kertas, merasa penolakannya tidak dihiraukan ia berjalan malas ke meja Jimin dan menandatangi kontrak itu dg asal.

"Hari ini kau langsung bekerja, disitu mejamu" Jimin mengabaikan perkataan Rose, ia menunjuk meja yg berada tak terlalu jauh dari mejanya. Dengan wajah ditekuk Rose duduk di kursinya.

Setelahnya tidak ada lagi perdebatan diantara keduanya, hanya ada keheningan yg menyelimuti ruangan.

Lalu Jimin bangkit dari kursinya menuju meja Rose, meletakkan bertumpuk kertas diatas mejanya. Membuat Rose yg sedang melihat handpone-nya terkejut, Jimin dengan wajah tanpa dosanya.

"Kau harus menyelesaikannya hari ini juga" perintah Jimin. Rose memandangnya tidak percaya, baru hari pertama kerja pekerjaannya sudah sebanyak itu? Jimin itu mempunyai rasa kemanusiaan atau tidak sih?

"Neo michyeoss-eo?! Ini baru hari pertamaku bekerja, kau sudah memberikan pekerjaan sebanyak ini?!"

Jimin mengangkat bahunya acuh. "Sudah lumayan lama tidak ada sekretaris, jadi pekerjaan nya menumpuk" ia pun duduk di kursi hadapan Rose bertopang dagu dimeja menatap Rose.

Run Away from Them [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang