Vote dulu yuk sebelum baca:)
. . . . .
Seoul, 21.00 pm
Rose memakirkan mobil Jimin di basement apartemennya. Keluar dari mobil dan membuka pintu penumpang, Jimin yg tadinya bersandar di pintu mobil terjatuh.
Rose cukup terkejut karena itu, lalu mengeluarkan Jimin dari mobilnya. Kembali mengunci mobil Jimin.
Rose memapah Jimin menuju lift dan memencet tombol 28. Selama di lift Jimin bersandar pada tubuh Rose dan tidak berhenti mengoceh.
"Appa, Jimin tidak ingin menikah secepat itu." Atau.
"Jimin hanya ingin menikahi yeoja yg Jimin cintai" Selalu seperti itu.
Rose yg mendengar itu kasihan, mungkin Jimin dipaksa untuk segera menikah agar secepatnya bisa memiliki penerus Bighit financial.
'Sepertinya karena itu Jimin dingin padaku hari ini'-batin Rose.
Tanpa sadar Jimin mendekatkan dirinya pada Rose. Matanya yg sayu terbuka lebar
"Rose.." lirih Jimin.
Memojokkan Rose pada dinding lift. Rose yg mendapat perlakuan tiba-tiba seperti itu terkejut, posisi mereka saat ini terlalu dekat.
Rose mencoba untuk mendorong Jimin menjauh tapi usahanya itu sia-sia karena Jimin lebih kuat menahannya.
"Menyingkirlah Jimin" usir Rose masih mencoba mendorong Jimin.
Tapi bukannya menjauh Jimin malah mendekatkan wajahnya pada Rose, mengusap pipi Rose lembut dengan ibu jarinya
"Kau cantik, sangat cantik. " bisik Jimin, Rose yg mendengarnya tersipu malu hingga pipinya memerah.
"A-apa sih" ucapnya terbata, Jimin menyeringai.
"Tapi wajah cantikmu itu tertutup dengan kegalakanmu, aish Rose mengapa kau bisa sangat galak huh?" tanya Jimin masih tidak menjauhkan wajahnya dari Rose.
Rose mengernyit kesal "Ya itu karena kau saja yg sangat menyebalkan, kalau kau tak menyebalkan pun aku tidak akan galak padamu"
Jimin terkekeh. "Tidak apa Rose, aku suka kau yg galak padaku"
Rose memerah lagi, sekarang Jimin malah menatapnya dengan senyuman manis yg tak pernah Rose lihat, selama ini Jimin selalu menunjukkan senyuman yg menyebalkan membuat Rose kesal melihatnya.
Pintu lift pun terbuka, Rose langsung mendorong Jimin dan keluar dari lift
Kalau ia berlama-lama berdekatan dengan Jimin, tidak tahu kenapa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.
Rose memegang dadanya 'Apa yg terjadi padaku, kenapa jantungku berdetak cepat tidak jelas seperti ini?'
'Jangan geer dulu Rose, dia sedang mabuk! Orang mabuk tidak pernah mengatakan hal yg benar kan?'
Padahal Rose tau kalau orang mabuk itu selalu mengatakan hal yg sepenuhnya benar. Karena kejadian tadi Rose malah meninggalkan Jimin di dalam lift, pintu lift pun sudah tertutup.
"Omo Jimin, aku melupakannya!" Rose memencet lagi tombol lift, syukurlah Jimin masih ada sedang duduk bersender pada dinding lift.
Rose memapah Jimin keluar dari lift menuju apartemennya. Apartemen Jisoo berada di paling ujung lantai 28. Jadi dari lift agak jauh jaraknya, Rose benar-benar lelah karena harus memapah Jimin yg sangat berat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away from Them [✔]
RomansaTiada hari tanpa perdebatan keduanya, setiap harinya terus saja bertengkar tak ada hentinya. Namun, hal itu juga yang menjadi salah satunya faktor dari tumbuhnya perasaan yang tidak keduanya duga. Seiring berjalannya waktu bisa saja perasaan itu had...
![Run Away from Them [✔]](https://img.wattpad.com/cover/216397356-64-k264896.jpg)