26 | Je T 'aime

4.3K 406 26
                                        

Vote dulu yuk sebelum baca:)

.   .   .   .   .

Saat ini Jimin dan Rosé duduk berdampingan diatas sofa, suasana diantara dua manusia itu malah menjadi canggung setelah Jimin yg memeluk Rosé secara tiba-tiba.

"Jimin." Ujar Rosé. Yang di panggil pun menolehkan kepalanya. "Ya?"

"Maukah kau membantuku?" Rosé masih belum menolehkan kepalanya mengahadap Jimin. "Membantu apa?"

Rosé agak ragu untuk permintaan nya yg satu ini, tapi ia tidak tahu harus meminta tolong pada siapa lagi kalau bukan pada Jimin. "Berpura-pura jadi.. pacarku."

Jimin menatap Rosé bingung, ia pun tidak mengatakan apa pun, karena Jimin yg tidak menjawab pertanyaan Rosé membuat dirinya berpikir kalau Jimin tidak mau membantunya untuk menjadi pacar pura-pura nya.

Lantas gadis itu berdiri hendak meninggalkan Jimin tapi pria itu segera menarik pergelangan tangan Rosé hingga tubuhnya kembali jatuh terduduk diatas sofa dengan jarak keduanya yg begitu dekat.

Dapat keduanya rasakan jantung mereka yg berdetak sangat cepat, tidak seperti biasanya. Perlahan Jimin mendekatkan wajahnya, hingga permukaan bibir pemuda itu menempel pada permukaan bibir si gadis, hal itu membuat Rosé membulatkan matanya.

Dengan sangat lembut Jimin menggerak kan bibirnya dan melumat pelan bibir ranum gadis itu. Mata Rosé yg tadinya membulat perlahan lahan mulai terpejam menikmati tautan bibir mereka.

Beberapa menit kemudian, Jimin melepas ciuman mereka saat dirasa Rosé mulai kehabisan nafas. Gadis itu menghirup udara dengan rakusnya dan wajahnya yg memerah malu.

Begitupun dengan Jimin, ia merutuki dirinya sendiri yg tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mencium Rosé.

Lalu Jimin pun sedikit menggeser dirinya hingga membuat jarak diantara mereka, perlahan ia meraih kedua tangan Rosé. Perlakuan Jimin lagi-lagi membuat Rosé semakin bersemu.

"Aku tidak mau kita hanya berpura-pura." Ujar Jimin menatap Rosé dalam.

"Maksudmu tidak mau berpura-pura?" Tanya Rosé dengan wajah polosnya serta pipinya yg memerah.

Jimin mengeratkan genggaman tangannya, masih dengan matanya yg menatap Rosé dalam. "Rosé.."

"Aku tidak ingin kita hanya berpura-pura, tapi aku ingin kita berpacaran sungguhan." Kali ini Rosé mengerti apa maksud Jimin yg tidak mau berpura pura. Gadis itu terdiam menunggu apa yg akan Jimin katakan selanjutnya.

"Aku melanggar aturan yg aku buat sendiri. Karena.." Pria itu menjeda ucapannya untuk menarik nafas, Jimin sangat gugup saat ini.

Ini kedua kalinya ia menyatakan perasaan pada seorang wanita. Tentu saja kalian tahu siapa yg pertama mendapat pernyataan cinta Jimin, Kang Seulgi tentunya.

"Aku mencintaimu." Pernyataan cinta Jimin membuat tubuh Rosé membeku, ia tidak tahu harus berkata apa.

Jimin tahu kalau pernyataan cintanya ini terlalu tiba-tiba, tapi Jimin melakukannya karena ia takut kehilangan kesempatannya untuk memiliki gadis itu.

"Maafkan aku yg baru menyadari perasaanku padamu, tapi aku sungguh mencintaimu Roséanne Park." Jimin tak lepas menatap mata indah gadis dihadapannya.

"Bagaimana denganmu? Apakah kau memiliki perasaan yg sama sepertiku?" Tanya Jimin dengan sangat lembut, hilang sudah sifat menyebalkan serta arogan seorang Park Jimin. Sampai, Rosé luluh dibuatnya.

Run Away from Them [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang