Vote dulu yuk sebelum baca:)
. . . . .
Seoul, 06.30 am
Rosé mengerjapkan matanya saat merasakan sinar matahari menerpa wajahnya. Rosé memegang kepalanya yg terasa pening, sepertinya semalam ia terlalu banyak meminum alkohol.
Rosé menolehkan kepalanya ke samping kanan, dimana ada Jimin yg masih terlelap dalam tidurnya. Rosé mengernyit bingung, kenapa ada Jimin dikamarnya?
Masih merasa ngantuk, Rosé hendak melanjutkan kembali tidurnya tidak mau ambil pusing perihal Jimin yg tertidur disampingnya.
Tapi tunggu sebentar, Rosé membuka matanya lebar-lebar kembali menatap Jimin yg berada disampingnya. Tubuh Jimin tertutup selimut saja, hanya kepalanya yg menyembul.
Astaga. Rosé panik dan segera menyibak selimut yg menutupi tubuhnya. Rosé menghela nafas lega menyadari kalau pakaian yg ia pakai masih utuh.
Tapi ia masih bingung, kenapa Jimin tidur dikamarnya? diatas kasur bersamanya? Akhirnya Rosé memutuskan untuk membangunkan Jimin.
"Jimin, palli ireona." Rosé mengguncang tubuh Jimin, tetapi Jimin tidak juga kunjung bangun. Rosé menggeser tubuhnya mendekat, ingin mencubit pipi Jimin dan menariknya hingga pemuda itu bangun.
Pergerakan tangan Rosé terhenti, matanya menatap wajah Jimin yg terlihat lucu dan polos dalam waktu bersamaan.
Kalau melihat wajah Jimin saat tertidur, Rosé jadi lupa kalau sifat asli atasannya ini menyebalkan dan arogan.
Ia juga baru menyadari satu hal, pipi Jimin saat tertekan oleh tangannya terlihat chubby dan tentunya menggemaskan.
Tanpa sadar Rosé tersenyum sambil masih menatap wajah Jimin. Sampai si pemilik wajah mengerjapkan matanya, Rosé gelagapan dan langsung menjauhkan dirinya dari Jimin.
"Apa yg kau lakukan? Menatap wajah tampanku ya?" Jimin mendudukkan dirinya.
"T-tidak kok! Untuk apa aku menatap wajah menyebalkanmu!" Rosé benar-benar kesal terhadap dirinya yg selalu gugup saat Jimin menggodanya.
"Eiyy jujur saja lah Rosé, jelas-jelas saat aku membuka mata wajahmu ada dihadapanku." Rosé mengumpat didalam hatinya, bagaimana bisa Jimin melihatnya? Tadi kan Rosé sangat cepat menjauhkan wajahnya dari Jimin.
"Ishh iya-iya! Itu memang benar." Rosé mengakui perlakuaannya tadi, senyum kemenangan terbentuk pada bibir Jimin.
"Jangan berbangga diri dulu Park, bukan karena wajah tampanmu tapi karena iler yg keluar dari mulutmu. Ternyata wajahmu jelek sekali saat tidur hahaha."
Tentu saja yg Rosé katakan adalah sebuah kebohongan, tapi sepertinya Jimin percaya pada ucapan Rosé.
"Ya! Berani sekali kau mengataiku jelek!" Jimin menarik Rosé ke dalam pelukannya, bukan pelukan mesra atau semacamnya. Tapi ia hanya ingin memberi Rosé sedikit pelajaran karena sudah mengatainya jelek tadi.
Jimin memeluk tubuh Rosé sangat erat hingga gadis yg ia peluk itu susah bernafas. "Ji-min... A-ku tak bis-a ber-nafas.." Ucap Rosé susah payah, Jimin benar-benar memeluknya sangat erat.
Jimin sedikit melonggarkan pelukannya walaupun masih terbilang erat. "Ih Jimin! Tubuhmu bau tahu!"
Ucapan Rosé itu tidak benar, karena sebenarnya tubuh Jimin tidak bau, malah tubuh Jimin wangi, wangi maskulin. Membuat Rosé ingin berlama-lama saja dalam posisi seperti ini. Eh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away from Them [✔]
RomanceTiada hari tanpa perdebatan keduanya, setiap harinya terus saja bertengkar tak ada hentinya. Namun, hal itu juga yang menjadi salah satunya faktor dari tumbuhnya perasaan yang tidak keduanya duga. Seiring berjalannya waktu bisa saja perasaan itu had...
![Run Away from Them [✔]](https://img.wattpad.com/cover/216397356-64-k264896.jpg)