27 | Get caught

4.4K 397 26
                                        

Vote dulu yuk sebelum baca:)

.  .  .  .  .

Jimin memutar kenop pintu kamar Rosé dan masuk ke dalamnya, dapat ia lihat kekasihnya masih tertidur dengan pulasnya. "Chagiyaa, ayo bangun." Ujar Jimin sambil mengguncang pelan lengan Rosé.

Rosé hanya melenguh pelan sebagai jawaban, enggan membuka matanya. "Hey ayo bangun, memangnya kau tidak mau bekerja?"

"Iyaa Jimin, lima menit lagi." Jawab Rosé masih belum membuka matanya, melihat itu Jimin tersenyum kecil. Ia memiliki ide agar kekasihnya ini cepat bangun dari tidurnya.

"Bangun sekarang atau aku cium?" Rosé hanya diam tidak menjawab, gadis itu sudah kembali memasuki alam mimpinya.

"Tidak mau bangun, hm? Yasudah." Dengan cepat Jimin menempelkan bibirnya pada bibir gadis itu, sementara itu Rosé yg merasakan sesuatu yg lembab tapi lembut dibibirnya membuka matanya.

Matanya membulat kala menyadari Jimin lah si pemilik benda lembab tapi lembut itu, Rosé ingin menjauhkan wajahnya dari Jimin tetapi pria itu malah menahan tengkuknya dan mulai melumat bibirnya.

Jimin melepas tautan bibir mereka, tanpa menjauhkan wajahnya dari Rosé. "Sepertinya, aku mulai kecanduan bibirmu ini Rosié." Ujar Jimin mengusap bibir Rosé yg basah akibat kelakuan Jimin tadi.

Seketika wajah Rosé memerah, ia pun segera mendorong bahu Jimin. "Seenaknya saja kau menciumku!" Rosé sengaja mengalihkan pembicaraan sebab ia sangat malu pada pria di hadapannya ini yg menjabat sebagai kekasihnya.

"Memangnya tidak boleh ya mencium pacarku sendiri? Lagian salahmu yg tidak mau bangun tadi, aku sudah membangunkanmu berkali-kali padahal." Jimin terkekeh.

"Masa? Aku tidak mendengarnya tuh."

"Tentu saja kau tidak mendengarnya, tadi kan kau tidur pulas sekali, seperti ini." Jimin pura-pura memperagakan cara tidur Rosé dengan mulut yg terbuka dan mengeluarkan dengkuran.

"Yak, Aku tidak tidur seperti itu!" Seru Rosé tidak terima.

"Tau dari mana? Kau kan tidur, mana tau bagaimana wajahmu saat tertidur." Jimin menahan tawanya, yang ia peragakan tentu saja tidak benar. Gadis itu saat tertidur malah jadi terlihat sangat cantik dan anggun.

"Aku tahu!" Akhirnya, Jimin tidak bisa menahan tawanya lagi. Pria itu tertawa keras. "Yaampun kekasih ku ini mudah sekali dibohongi."

Rosé berdecak kesal. "Ish menyebalkan!" Gadis itu pun turun dari kasurnya dan segera memasuki kamar mandi meninggalkan Jimin yg masih tertawa kecil sambil memperhatikan gadisnya.

.

.

.

Rosé menduduk kan dirinya pada salah satu kursi di dapur itu, ia menumpukan dagunya pada tangannya memperhatikan kekasihnya yg sedang memasak untuk sarapan mereka.

Jimin menolehkan kepalanya sekilas pada gadis itu dan tersenyum. "Kau membuat apa Jim? Mau aku bantu?" Tanya Rosé, lalu ia menghampiri Jimin yg sedang berkutat dengan sayuran.

Tapi pria itu malah menolak bantuan Rosé, ia menyuruh gadis itu untuk duduk saja menunggunya memasak. Rosé pun menurut saja, dan kembali memperhatikan pria itu saat memasak.

Jimin terlihat lucu dan tampan pada waktu bersamaan dalam balutan apron berwarna abu muda dengan lengan kemejanya yg digulung.

"Aku tahu, kau pasti sedang memperhatikanku." Ujar Jimin tanpa menolehkan kepalanya.

Run Away from Them [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang