12 | Why him?

4.2K 442 9
                                        

Vote dulu yuk sebelum baca:)

.    .    .    .    .

Seoul, 07.55 am

Jimin telah sampai di kantornya, Bighit Financial. Pas sekali 5 menit lagi jam 8 tepat. Jimin segera menuju ruangannya.

Ia sampai di lantai 20 dimana ruangannya berada, dan dapat Jimin lihat di depan pintu terdapat Rose yg sedang menunggu kedatangan Jimin.

Melihat presensi Rose membuat Jimin teringat perkataan Taehyung tadi pagi, bagaimana bisa Jimin menyebut-menyebut nama Rose dan Jaehyun dalam tidurnya?

Jimin masih mendiami Rose, ia melewati Rose begitu saja tanpa sapaan seperti biasanya. Rose mendengus, mengikuti langkah Jimin memasuki ruangan.

Diantara mereka berdua tidak ada yg memulai pembicaraan, hingga akhirnya Rose yg tidak tahan dg suasana itu pun memulai duluan.

"Jimin" yg dipanggil pun berdehem pelan sebagai jawaban.

"Mengapa kau kemarin keluar begitu saja dari restoran?"

Jimin menghela nafas, sebenarnya sangat malas untuk membahasnya.

"Aku ada urusan mendadak" Jawab Jimin seadanya.

"Harus ya meninggalkan ku begitu saja?" Terdengar nada kesal dari ucapan Rose.

"Maaf Rose, itu adalah keperluan untuk rapat dg Jeon corp" Bohong. Padahal kemarin Jimin meninggalkan Rose di restoran karena merasa sangat kesal pada Rose.

Rose meng-iyakan saja.

Jimin berdehem."Rose"

"Mwo?"

Sebenarnya Jimin agak ragu untuk menanyakan hal ini pada Rose, tapi dirinya merasa sangat penasaran.

"Yang kemarin itu... Siapa?"

Rose menatap Jimin. Ia tidak mengerti dg pertanyaan Jimin. Yang kemarin? Siapa?

"Oh Jaehyun! Apa maksudmu Jaehyun itu siapa? Kau kan sudah tau kalau dia namanya Jaehyun"

"Maksudku... Jaehyun terlihat sangat dekat denganmu, Jaehyun itu siapamu?"

Rose ber-oh ria, lalu ia memulai ceritanya tentang seorang Jung Jaehyun.

"Jaehyun itu teman kelas 3 tahunku selama di SMA. Sudah lama sekali aku tidak bertemu Jaehyun karena aku kuliah di Australia"

"Saat SMA itu Jaehyun sangat populer, karena tampan, pintar dan juga sangat baik. Banyak sekali murid perempuan yg menyukainya"

"Dan kau salah satu dari mereka?" Jimin hanya asal menebak. Tapi ia tidak menyangka kalau tebakannya itu benar.

"Heum, apalagi saat aku baru bertemu dengannya lagi. Rasanya aku seperti jatuh cinta lagi" Rose terlihat sangat bersemangat saat menceritakan siapa Jaehyun itu.

Suasana hati Jimin kembali tidak enak, ia juga tidak tahu kenapa bisa begitu. Jimin keluar begitu saja dari ruangannya.

Padahal Rose masih melangsungkan ceritanya tentang Jaehyun.

"Yaak Jimin! Kau ini benar-benar!" Teriak Rose kesal, lagi-lagi Jimin pergi begitu saja. Awas saja kau Jimin, kali ini Rose yg akan mendiami mu.

Beberapa menit setelahnya Jimin kembali, ia duduk di bangku kerjanya. Jimin heran melihat Rose yg sedang menatap layar komputer sambil menekuk wajahnya.

"Kau ini kenapa? Tadi semangat sekali menceritakan si Jaehyun itu, tapi kenapa sekarang kau malah menekuk wajahmu seperti itu?"

"Pikir saja sendiri!" Ketus Rose. Jimin semakin bingung karena sikap Rose yg berubah jutek padanya.

Run Away from Them [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang