Vote dulu yuk sebelum baca:)
. . . . .
Jimin yang berkelahi dalam keadaan penuh kemarahan benar-benar tidak bisa diremehkan. Kalah jumlah tidak membuatnya kalah berkelahi dengan para penjaga itu.
Melainkan, pria itu telah berhasil menumbangkan lebih dari tujuh orang dengan tangannya sendiri tanpa bantuan. Karena ia sangat ahli dalam hal bela diri, melawan para penjaga itu tidak terlalu sulit baginya.
Namun saat ia tengah melawan tiga orang penjaga, tiba-tiba seseorang memukul bagian belakang kepalanya dengan balok kayu.
Bugh!
Orang itu mengira kalau dengan itu Jimin akan jatuh pingsan, tapi siapa kira kalau Jimin hanya terdiam sejenak, lalu membalikkan tubuhnya menghadap si pelaku yang memukul dirinya.
Pelaku yang masih memegang balok kayu itu seketika dibuat merinding saat melihat tatapan Jimin padanya, langsung saja Jimin merebut balok kayu itu dan memukulnya hingga tersungkur.
Setelah itu penjaga yang lainnya kembali berdatangan, Jimin menghembuskan nafasnya kesal. Kalau begini caranya, kapan ia bisa segera menemukan Rosé?
Tapi sepertinya kali ini keberuntungan tengah memihak padanya, Yugyeom beserta anak buah lainnya datang. Dengan itu Jimin merasa sangat tertolong, ia pun dapat meloloskan dirinya dengan mudah
Lagi-lagi saat ia tengah mencari dimana Rosé disembunyikan, ia dihadang oleh seorang pria yang merupakan orang kepercayaan Junhoe. Keahliannya dalam bela diri pun tak kalah jagonya dengan Jimin.
Jimin menggeram kesal, tanpa berpikir panjang pria itu segera melawan orang itu, tapi siapa sangka kalau ternyata orang itu mengeluarkan senjata tajam dan melesatkan benda itu pada perut Jimin.
Untungnya, Jimin dapat menghindar dari pisau yang hampir saja menembus perutnya. Walaupun sudah menghindar, tapi pisau itu tetap saja mengenai bagian samping perutnya hingga menyebabkan kemeja putih yang ia pakai robek dan mulai mengeluarkan cairan kental berwarna merah itu.
"Arghh sialan!"
Dengan satu tangannya ia memukul orang itu sampai tidak sanggup lagi melawan Jimin. Sementara tangan yang satunya lagi, memegangi lukanya yang terus saja mengeluarkan darah.
Lalu ia sampai pada didepan sebuah pintu berwarna putih, firasatnya mengatakan kalau disinilah tempat dimana Rosé disembunyikan.
.
.
.
Gadis itu membuka matanya ketika merasa tangannya diikat dengan sangat kuat menggunakan tali, penglihatannya pun kabur karena kepalanya yang terasa sangat pusing.
Setelahnya barulah ia tersadar bahwa saat ini dirinya tengah duduk bersandar pada headboard ranjang dengan tangannya yang disatukan diatas kepalanya.
"Sudah bangun, hm?"
Sebuah suara mengejutkan Rosé. Dengan segera Rosé menoleh ke arah sumber suara, disitu seorang pria tengah menduduk kan dirinya diatas sofa dengan sepuntung rokok diantara jari tengah dan telunjuknya. Pria itu tidak lain adalah Goo Junhoe.
"Lepaskan aku, biadab!" Teriak Rosé sembari memberontak berusaha melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya.
Junhoe tersenyum miring, pria itu bangkit dari duduknya lalu menjatuhkan rokoknya dan menginjaknya dengan sepatu yang ia pakai. Ia melangkah mendekat pada Rosé, kemudian meraih rahang gadis itu dengan satu tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away from Them [✔]
RomanceTiada hari tanpa perdebatan keduanya, setiap harinya terus saja bertengkar tak ada hentinya. Namun, hal itu juga yang menjadi salah satunya faktor dari tumbuhnya perasaan yang tidak keduanya duga. Seiring berjalannya waktu bisa saja perasaan itu had...
![Run Away from Them [✔]](https://img.wattpad.com/cover/216397356-64-k264896.jpg)