58 | Siblings

6.4K 381 47
                                        

Vote dulu yuk sebelum baca:)

•••

NOTE : Part ini menceritakan masa remaja Jaemin dan Ryujin yaa🖤

11 years later...

"Sampai jumpa besok, Oppa."

Disana, di dalam kamarnya seorang gadis berusia tujuh belas tahun melambaikan tangannya ke arah kamera setelah melakukan video call dengan seorang lelaki yang merupakan putra dari sahabat kedua orangtuanya, Kim Beomgyu. Park Ryujin--nama gadis itu, ia beranjak dari atas ranjangnya. Ingin mengisi daya ponselnya yang tinggal tersisa sepuluh persen, ia terlalu asyik berbincang dengan Beomgyu hingga satu jam lebih berlalu.

Matanya tidak sengaja melihat pada pintu kamarnya yang sedikit terbuka, hal itu membuat Ryujin kesal karena disana terdapat saudara kembarnya yang ternyata sejak tadi menguping pembicaraannya dengan Beomgyu. Langsung saja Ryujin menghampiri saudara tengil nya itu lalu menarik telinganya. "Aww aww.."

"Sedang apa kau disini, hah?!" Tentunya Ryujin tidak bisa bersikap lembut pada lelaki yang satu ini, Jaemin itu sangat menyebalkan. Senang sekali mencari tahu tentang hubungan sang saudara perempuannya yang terpaut hanya tujuh menit lamanya dengan salah satu anak dari Paman Seokjin dan Bibi Jisoo.

Jaemin tidak peduli dengan omelan dari Ryujin, lelaki itu malah segera berusaha untuk terlepas dari jeweran Ryujin lalu cepat-cepat menuruni anak tangga dan menemui kedua orangtuanya yang tengah duduk bersantai menikmati waktu berdua mereka di ruang tengah. "Appa, Eomma! Aku mempunyai sebuah kabar mengejutkan untuk kalian!!"

"Hm, kau mengganggu Noona-mu lagi?" Tebak Jimin yang saat ini tengah bermanja-manja dengan sang istri tercinta diatas sofa dengan posisinya yang meletakkan kepalanya diatas paha milik Rosé. Sudah tahu kebiasaan Jaemin dan Ryujin jika salah satu dari mereka mendatangi keduanya seperti sekarang.

"Bukan, Appa. Aku akan memberitahu kalian sebuah kabar yang sangat bagus, yang selama ini pertanyaan kalian tidak pernah dijawab oleh Ryujin." Perkataan itu tentu saja dapat membuat Jimin dan Rosé penasaran. "Memangnya apa, sayang?" Tanya sang ibu sembari mengusap surai milik suaminya penuh kelembutan.

"Tadi kan aku tidak sengaja melewati kamar Ryujin, lalu aku tidak sengaja melihatnya sedang melakukan video call dengan—" Ryujin yang baru tiba di ruang tengah itu segera membekap mulut Jaemin dengan tangannya, mencegah Jaemin yang akan mengadu pada kedua orangtuanya.

"Dengan siapa?" Jimin menaikkan sebelah alisnya, terlihat bingung dengan Ryujin yang membekap mulut Jaemin saat ini. Jimin mulai mengira mungkin saja Ryujin melakukan video call dengan seorang lelaki. "Tidak Appa, Jaemin hanya mengarang saja. Aku tidak melakukan video call dengan siapapun tadi."

Jaemin yang risih mulutnya dibekap seperti itu menarik tangan Ryujin. "Dia bohong, Appa! Tadi Ryujin benar-benar melakukan video call dengan—" Lagi-lagi ucapannya terpotong dengan seruan Ryujin. "Ani! Aku tidak berbohong!!"

Keributan itu membuat seorang gadis kecil terbangun dari tidur siangnya, Park Chaemin keluar dari kamar tidurnya sembari mengusap matanya juga sesekali menguap lebar, masih mengantuk dan penyebabnya terbangun adalah karena ia terusik dengan pertengkaran dari kedua kakak kembarnya.

Run Away from Them [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang