19 | Sunday Night

4K 418 24
                                        

Vote dulu yuk sebelum baca:)

.   .   .   .   .

"JIMINNNNN!" Suara nyaring Rosé terdengar hampir di seluruh mansion itu. Rosé melangkah masuk sambil membawa dua kantung belanjaan penuh makanan ringan dan bir yg baru saja ia beli di minimarket dekat situ.

Jimin mendatangi Rosé dg wajah jengkelnya. "Kenapa kau teriak-teriak seperti itu, huh?"

Rosé tersenyum dan mengangkat dua kantung plastik digenggamannya menunjukkan pada Jimin. "Mari kita menonton drama."

"Menonton? Tidak ah, aku tidak suka menonton drama korea." Jimin menggeleng menolak ajakan Rosé.

"Ayolaah Jimin, berhubung malam ini malam minggu ayo kita marathon drama Korea. Kalau kau mau beristirahat besok saja, ya ya ya?"

"Kenapa tidak nonton sendiri saja sih?" Jimin masih saja menolak ajakan Rosé.

Rosé mempoutkan bibirnya. "Kan sekarang aku tinggal denganmu, tidak seru kalau nonton sendiri, tidak ada yg bisa aku pukuli."

"Ya, kalau begitu aku tambah tidak mau. Kau memintaku menemanimu hanya ingin menjadikan aku objek pukulanmu!"

"Aishh, aku hanya bercanda Jimin. Ayolaahh aku sudah membeli banyak makanan ringan dan bir untuk kita berdua."

Jimin berpikir untuk sesaat, sebenarnya ada keinginan Jimin untuk meminun bir malam ini. Dan kebetulan sekali Rosé membeli bir, karena persediaan milik Jimin sebelumnya sudah habis.

"Baiklah, aku mau." Jimin menganggukkan kepalanya setuju. Rosé memekik senang dan menarik Jimin ke ruang TV.

"Ada drakor yg sangat ingin aku tonton saat ini. Judulnya What's wrong with secretary Kim." Ujar Rosé sambil menyiapkan cemilan yg akan menemani mereka selama menonton.

keduanya memilih untuk tidak duduk disofa, tetapi diatas karpet berbulu di ruangan itu. Rosé memulai drama Korea itu, dari awal menonton saja Rosé tidak bisa diam. Tak jarang Rosé memukul Jimin karena terlalu gemas dg Young Joon dan Miso.

Jimin pikir, cerita dalam drama Korea itu hampir mirip dengan dirinya dan Rosé. Bedanya, sekretaris dalam drama itu sangat hormat pada atasannya berbeda dg Rosé yg hanya bersikap hormat padanya didepan orang lain, dan tidak segan-segan mengatakan kalau dirinya sangat menyebalkan.

Tapi Jimin tidak masalah akan hal itu, ia lebih suka kalau Rosé tidak menjaga image didepannya, walaupun terkadang risih kalau Rosé sudah mulai mengatainya.

"Astaga, tidak romantis sekali." Ujar Rosé saat bagian Young Joon melamar Miso karena takut kehilangan sekretaris sepertinya.

"Apa?"

"Young Joon tidak romantis sekali melamar Miso, mengajak menikah tapi seperti mengajaknya bermain saja. Ia pikir semudah itu?"

Jimin memiringkan badannya menghadap Rosé disamping kanannya. "Memangnya lamaran seperti apa yg kau maksud romantis?"

Rosé mengetukkan jarinya pada dagunya sambil menerawang ke atas. "Umm kalau aku, ingin pasanganku nanti melamarku di pantai saat malam hari, dihiasi lilin romantis serta bertabut bunga mawar disekitarnya. Aku suka pantai malam hari, menurutku mendengar suara ombak saat malam hari itu menenangkan."

"Aku ingin hanya ada kita berdua disana, dinner romantis dan mengobrol tentang apa saja. Tidak apa sederhana yg penting romantis."

Rosé tersenyum senang saat membayangkan keinginannya saat dilamar oleh lelaki yg ia cintai nanti namun, memiliki kekasih saja belum, bayangannya terlalu jauh.

Run Away from Them [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang