Vote dulu yuk sebelum baca:)
. . . . .
"Jangan pergi Jimin.."
"Aku tidak ingin kehilangan dirimu.."
"Aku mohon, jangan tinggalkan aku!"
"JIMIN!!"
Gadis itu terbangun dengan nafas yang memburu juga air mata yang sudah mengalir sangat banyak dari matanya. Teriakannya menyebabkan Lisa yang tengah menunggu Rosé sadar dari pingsannya terkejut.
Lisa menghampiri ranjang Rosé dibarengi dengan mimik wajah khawatirnya. "Rosé! Ada apa?!"
Rosé tidak menjawab pertanyaan sahabatnya, ia terus menangis akibat memikirkan tentang Jimin yang pergi meninggalkan dirinya.
"Lisa.."
"Ya, Rosé?"
Rosé menatap ke sekeliling ruangan yang didominasi dengan cat berwarna putih itu serta bau obat-obatan yang memenuhi penciumannya. "Aku dimana?"
"Kau dirumah sakit, tadi kau tiba-tiba pingsan saat aku dan yang lainnya datang." Ujar Lisa.
"L-lalu dimana, dimana Jimin sekarang?"
Seketika raut wajah Lisa berubah muram. Melihat perubahan raut wajah Lisa yang tidak mengenakkan, Rosé dilanda akan rasa takut. Takut kalau mimpi buruknya itu menjadi kenyataan.
Tidak kunjung mendapat jawaban dari Lisa, Rosé memutuskan untuk melihatnya sendiri. Gadis itu turun dari atas ranjang setelah melepas selang infus yang tertancap pada punggung tangan kanannya.
Ia berlari keluar menuju ruang operasi dimana Jimin berada dengan keadaan tubuhnya yang lemah, tak memperdulikan sekitarnya yang menatap heran dirinya. Lisa kembali dibuat terkejut dengan tindakan tiba-tiba Rosé, ia pun mengejar langkah gadis itu.
"Rosé, tunggu!" Yang dipanggil pun hanya menghiraukan panggilan itu.
Hingga, ia sampai pada ruang operasi itu. Terlihat semua teman-temannya serta kedua orangtua Jimin yang tengah menunggu disana. "Dimana Jimin?!" Tanyanya dengan nafas yang terengah-engah.
"Jimin masih di tangani tim medis di dalam, Rosé." Jawaban yang ia dapat dari Namjoon itu membuatnya menghela nafas lega, syukurlah mimpi buruknya itu tidak nyata.
"Bagaimana keadaannya?"
"Entahlah, sejak tadi dokter Lee belum keluar." Sesaat setelah Yoongi berucap, dari dalam ruang operasi keluarlah sesosok pria yang memakai baju operasi.
Melihat Dokter Lee, Rosé segera menghampiri dokter itu. "Bagaimana keadaannya dokter? Dia baik-baik saja kan?"
Dokter Lee menggeleng. "Tuan Park kekurangan banyak darah, dan kebetulan stok darah golongan AB sedang kosong di rumah sakit kami. Kami membutuhkan donor darah secepatnya."
"Darah saya golongan AB dokter, ambil saja darah saya!" Seru Rosé tanpa berpikir panjang lagi, padahal saat ini kondisi gadis itu masih lemah.
"Rosé! Kondisimu masih sangat lemah, kalau kau mendonorkan darahmu untuk Jimin yang ada nantinya kau malah jatuh sakit!" Hoseok berusaha menghentikan Rosé yang masih bersikeras untuk mendonorkan darahnya.
Gadis itu menggeleng kuat. "Tidak Oppa! Tidak apa-apa aku sakit, yang penting Jimin selamat!"
Kali ini In Na lah yang mencoba untuk membujuk Rosé. "Rosé.. kalau kau masih memaksa untuk mendonorkan darahmu lalu kau malah yang sakit, itu artinya kau tidak bisa menunggui Jimin saat dia belum sadar nantinya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away from Them [✔]
RomanceTiada hari tanpa perdebatan keduanya, setiap harinya terus saja bertengkar tak ada hentinya. Namun, hal itu juga yang menjadi salah satunya faktor dari tumbuhnya perasaan yang tidak keduanya duga. Seiring berjalannya waktu bisa saja perasaan itu had...
![Run Away from Them [✔]](https://img.wattpad.com/cover/216397356-64-k264896.jpg)