Vote dulu yuk sebelum baca:)
. . . . .
Pria itu terbangun dari tidurnya, setelah kesadarannya sudah terkumpul sepenuhnya Jimin bangkit dari ranjangnya mencari keberadaan sang kekasih.
"Rosié.."
"Sayang.. kau dimana?"
Rasa panik itu muncul saat pria itu tidak menemukan keberadaan kekasihnya dimanapun, ia ingat saat dirinya belum tertidur, Rosé sedang membersihkan tubuhnya.
Jimin membuka pintu kamar mandi pun, Rosé tidak ada disana. Kemana perginya gadis itu?
Jimin menduga kalau gadisnya itu pergi ke night market, mengingat hari ini keduanya belum makan malam. Pria itu pun buru-buru keluar dari kamarnya.
Di lobby hotel, banyak pasang mata yang memperhatikan dirinya yang saat ini dalam keadaan tidak baik, kemeja putih yang tidak lagi rapih serta surai nya yang berantakan sebab ia baru saja terbangun dari tidurnya.
Tetapi Jimin tidak menghiraukan itu semua, pikirannya saat ini dipenuhi oleh gadisnya pergi jalan-jalan sendirian tanpa dirinya.
Pria itu berlari keluar dari hotel, tentu saja ia tahu dimana letak night market itu. Langkahnya terus membawanya ke tempat dimana menjual street food di Thailand.
Dari kejauhan, matanya dapat melihat siluet seorang gadis yang tengah berlari berlawanan arah dengannya. Tanpa harus mencoba mengenali siapa gadis itu, ia sudah mengetahuinya.
Gadis itu lah yang sedari tadi dicarinya, tapi yang membuatnya bingung, Rosé beberapa kali menengok ke arah belakang dengan ekspresi ketakutan.
Rosé terus berlari tanpa melihat kedepan hingga tubuh nya menabrak tubuh pria-nya. Jimin hendak tertawa saat gadisnya tidak menyadari kalau yang ditabraknya ini adalah kekasihnya sendiri.
Kedua tangannya memeluk tubuh mungil Rosé, tapi setelahnya ia dibuat terkejut saat gadis di dalam dekapannya itu terisak sembari berkata. "Maafkan kalau aku memiliki salah padamu, tapi kumohon lepaskan aku."
Pria itu meregangkan pelukannya lalu mengangkat wajah gadisnya. "Ini aku, sayang."
Mengenali suara itu, Rosé perlahan-lahan membuka matanya. Dan benar saja, pria dihadapannya ini adalah kekasihnya, bukan pria yang tadi mengejarnya.
Kontan saja Rosé kembali memeluk tubuh Jimin erat, isakan tangisnya pun semakin keras. "Hey hey, ada apa denganmu Rosié? Kau tidak apa-apa kan?" Tanya Jimin penuh dengan kekhawatiran.
Jari pria itu menghapus air mata yang membanjiri pipi kekasihnya, tidak mendapat jawaban dari Rosé, Jimin memutuskan untuk kembali ke hotel. Mungkin dengan itu Rosé akan merasa lebih tenang.
Sampai dikamar hotel, keduanya pun duduk diatas sofa. Tangisan gadis itu juga sudah berhenti. "Kenapa menangis, heum?" Tangan si pria kembali menggenggam kedua tangan gadisnya.
"T-tadi ada seorang pria yang mengikutiku, lalu saat aku ingin kembali ke hotel pria itu mengejarku." Ujar Rosé dengan suara nya yang bergetar ketakutan.
Jimin tentunya sangat terkejut, lalu ia pun membawa tubuh gadisnya ke dalam pelukannya. Mengusap punggung gadis itu lembut. "Kau sungguh membuatku khawatir sayang, kenapa keluar jalan-jalan sendirian? Kenapa tidak membangunkanku?"
Rosé kembali menundukkan kepalanya. "Aku hanya ingin sekali pergi ke night market itu, aku tidak tega membangunkanmu karena aku tahu pasti kau sangat kelelahan." Mendengar itu, Jimin menggeleng pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away from Them [✔]
RomanceTiada hari tanpa perdebatan keduanya, setiap harinya terus saja bertengkar tak ada hentinya. Namun, hal itu juga yang menjadi salah satunya faktor dari tumbuhnya perasaan yang tidak keduanya duga. Seiring berjalannya waktu bisa saja perasaan itu had...
![Run Away from Them [✔]](https://img.wattpad.com/cover/216397356-64-k264896.jpg)