16 | Market

3.8K 405 2
                                        

Vote dulu yuk sebelum baca:)

.   .   .   .   .

Rosé menggeret kopernya masuk ke dalam mansion mewah milik Jimin yg sebelumnya ia pernah memasukinya.

Di belakangnya Jimin juga bantu membawakan kopernya yg satu lagi.

"Masih tidak ada perubahan ya." Ucap Rosé pelan melihat tidak adanya perubahan tata letak barang barang di mansion Jimin juga suasananya.

"Ikut aku, aku akan menunjukkan kamarmu." Jimin masuk lebih dalam dan menaiki tangga menuju lantai dua mansionnya.

Mereka melewati dua ruangan yg Rosé tebak itu adalah kamar Jimin dan ruang kerjanya. Jimin menghentikan langkahnya didepan sebuah kamar. Ia pun menyerahkan koper Rosé pada pemiliknya.

"Ini kamarmu, masuklah." Jimin membuka pintunya. Rosé masuk ke dalam kamar itu. Kamar bernuansa abu dg kesan mewah juga dg barang barang mewah tentunya.

"Wahh kamarnya sangat bagus, gomawo Jimin-ah." Ucap Rosé masih melihat lihat sekeliling kamarnya. Jimin mengangguk dg senyuman yg tersungging dibibirnya.

"Bereskan dulu barang-barangmu, lalu masakkan aku makan siang." Lalu Jimin keluar dari kamar Rosé.

Rosé langsung membereskan seluruh baju baju dan juga barangnya. Setelah 30 menit lamanya, Rosé mendudukkan badannya yg terasa lelah di sofa.

"Hahh melelahkan." Rosé menatap langit langit kamarnya, dan perlahan lahan matanya tertutup.

Baru saja beberapa detik yg lalu ia memejamkan matanya, terdengar teriakan Jimin dari lantai bawah. "ROSEANNEEE!"

Rosé berdecak kesal. Ia lupa kalau Jimin bilang, setelah membereskan seluruh barangnya ia meminta Rosé untuk memasakkannya makan siang.

Rosé yg tidak kunjung turun membuat Jimin kembali meneriakkan namanya. "ROSEANNEEE CEPATLAH TURUN MASAKKAN AKU MAKAN SIANG!"

"Huh, dia kira aku pembantunya?!" Gerutu Rosé melangkah keluar kamarnya dan menuruni tangga.

"Rosé!" Teriak Jimin, lagi.

"Iya iya Jimin! Aku sudah disini!" Rosé menghampiri Jimin yg sedang duduk dikursi pantry sambil menatap ponselnya.

"Kau ingin aku masakkan apa?"

"Umm, aku sedang ingin makan Jajangmyeon, kau bisa kan?" Rosé tersenyum bangga. "Tentu saja aku bisa."

Rosé membuka kulkas, niatnya ingin mencari bahan untuk membuat Jajangmyeon. Tapi yg ia dapati hanya kulkas yg berisi satu pack kaleng bir.

"Ya Jimin! Bagaimana aku bisa memasak kalau kulkas mu hanya berisi bir seperti ini?"

"Benarkah?" Jimin melihat isi lemari pendingin itu, dan benar saja memang isinya hanya bir, tidak ada yg bisa dimasak.

Ah iya, beberapa hari ini Jimin tidak sempat memasak, ia lebih sering delivery makanan cepat saji.

"Yasudah, ayo kita belanja bahan makanan ke supermarket." Jimin mengambil kunci mobilnya, menuju pintu utama mansionnya diikuti Rosé.

.

.

.

Jimin dan Rosé telah sampai di supermarket yg letaknya lumayan jauh dari mansion Jimin.

Rosé mengambil troli, dan mulai mencari bahan bahan masakan untuk kebutuhan mereka berdua.

Rosé mengambil sayur sayuran serta buah buahan juga bahan masakan yg lainnya, tangannya dg cekatan memasukkannya ke dalam troli. Jimin hanya mengikuti langkah Rosé disampingnya.

Run Away from Them [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang