31 | Who is he?

4K 361 19
                                        

Vote dulu yuk sebelum baca:)

.    .    .    .    .

Pesawat itu baru saja mendarat di sebuah bandara Internasional yang terletak di Bangkok, Thailand. Jimin dan Rosé keluar dari pesawat itu dengan tangan sang gadis yang melingkar sempurna pada lengan si pria.

Terlihat sebuah mobil hitam dengan seorang supir yang akrab dipanggil Pak Kim sudah sedari tadi menunggu kedatangan keduanya, Pak Kim itu pun membukakan pintu penumpang untuk Jimin juga Rosé.

Sang supir mengendarai mobil menuju hotel yang sudah Jimin pesan untuk keduanya menginap beberapa hari di negeri gajah putih itu.

Sesampainya di hotel Jimin pun melakukan check in kamarnya terlebih dahulu, Rosé mengerut bingung saat mengetahui Jimin hanya memesan satu buah kamar.

"Ya Jimin, kau tidak memesan kamar untukku?"

Jimin yang sedang menulis dimeja resepsionis menjawab pertanyaan Rosé tanpa menoleh. "Tentu saja aku memesan untukmu, sayang."

"Lalu, kenapa kau hanya memesan satu kamar?"

Jimin menatap gadis itu. "Kita akan menginap dikamar yang sama."

"Mwo? Kenapa begitu?" Jimin mendekatkan wajahnya yang membuat Rosé otomatis memundurkan wajahnya. "Karena aku ingin selalu bersamamu."

Perkataan Jimin sukses membuat Rosé salah tingkah, gadis itu pun memalingkan wajahnya gugup. "A-apa sih." Ujarnya sembari menyelipkan rambutnya di belakang telinganya.

"Apakah Tuan dan Nona akan berbulan madu?" Jimin dan Rosé menolehkan kepalanya secara bersamaan ke arah resepsionis itu.

"Eh, tidak! Kami tidak menginap untuk berbulan madu!" Seru Rosé menyangkal pertanyaan itu. Sementara itu, Jimin menahan tawanya melihat pipi kekasihnya yang memerah.

"Oh maaf, saya kira Tuan dan Nona pasangan suami istri."

Jimin merangkul bahu gadisnya. "Kau memang benar, aku dan Rosé sebentar lagi akan menikah dan menjadi pasangan suami istri." Ucap Jimin yang setelahnya dihadiahi jeweran pada telinganya.

"Kau ini suka sekali ya mengada-ngada, sejak kapan kita akan menikah, huh?" Jimin melepas rangkulannya dan tangannya segera berlari ke telinganya yang sedang ditarik oleh Rosé.

"Akhh ini sakit Rosié.."

Akhirnya, tangan Rosé terlepas dari telinga pria itu. Jimin memanyunkan bibirnya sembari memegangi telinganya yang sudah memerah.

"Maafkan aku, dia berbohong. Aku dan dia hanya berpacaran." Rosé tersenyum manis pada si resepsionis.

Resepsionis itupun membalas senyuman gadis itu. "Maaf sudah salah paham Nona."

"Tidak apa-apa, kalau aku boleh tahu siapa namamu?"

"Nama saya Bambam, Nona." Rosé mengangguk kan kepalanya paham. "Perkenalkan, namaku Rosé." Gadis itu mengulurkan tangannya bermaksud ingin berjabat dengan pria bernama Bambam itu.

Tetapi saat Bambam mengulurkan tangannya ingin menyambut uluran tangan Rosé, Tiba-tiba tangan Jimin yang malah menjabat tangan Bambam.

"Namaku Jimin, senang berkenalan denganmu." Ujar Jimin memperkenalkan dirinya dibarengi dengan senyumannya yang dipaksakan.

Run Away from Them [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang