Vote dulu yuk sebelum baca:)
. . . . .
Makan siang kali ini Jimin dan Rosé seperti biasa makan bersama, tapi bedanya kali ini mereka makan di sebuah restoran berbintang lima.
Jimin yg menginginkannya, padahal Rosé lebih suka makan direstoran Italy milik Bibi Kim, tapi mau bagaimana lagi, Jimin kan atasannya.
Setelah sepuluh menit yg lalu pesanan mereka datang, Jimin dan Rosé memakan makan siang mereka masing-masing dg tenang.
Tiba tiba saja, ponsel Rosé yg ia letakkan disamping makanannya berdering. Rosé mengernyit saat melihat caller id, itu Jisung adik laki-laki nya.
Tidak biasanya Jisung menelfonnya, karena yg ia tahu adiknya itu sedang sibuk dg skripsinya. Rosé menggeser tombol hijau lalu menempelkan ponselnya di telinganya.
"Noona!"
"Ya Park Jisung! Harus ya kau berteriak?"
"Eheh mian noona"
"Jadi ada apa kau menelfon ku, Jisung?"
"Aku ada informasi penting noona!"
"Informasi penting? Apa itu?"
"Appa dan eomma hari ini akan pergi ke Korea!"
"Hah? Kau yg benar saja?!"
Tanpa sadar Rosé berteriak, membuat beberapa pengunjung memandang ke meja dimana Jimin dan Rosé berada, tapi Rosé menghiraukan tatapan heran pengunjung. Sedangkan Jimin mati matian menahan malunya.
"Nee noona, appa dan eomma sudah tau kalau kau kabur ke Korea"
"Kapan jadwal penerbangannya?"
"Sore ini jadwal penerbangannya, dan sepertinya appa sudah mengirim orang suruhan appa untuk mencarimu noona"
"Benarkah? Ottokhae..."
"Noona, kau harus hati-hati, kau tahu kan orang suruhan appa itu banyak"
"Ya aku tahu, apa kau dan Chanyeol oppa ikut ke Korea?"
"Sayangnya tidak noona, aku masih sibuk dg skripsi ku sedangkan Hyung tidak bisa meninggalkan pekerjaannya"
"Ohh begitu... Baiklah, terimakasih Jisung."
"Nee, ingat kau harus selalu berhati hati noona!"
"Iyaa, aku akan selalu berhati hati, noona tutup ya"
"Nee"
Rosé memutus sambungan telfonnya dg Jisung, kini perasaan khawatir dan takut menyelimuti nya. Ia takut kalau orang suruhan ayahnya menemukan keberadaannya, lalu membawanya kembali kepada orangtuanya.
Dan appanya akan memaksa Rosé untuk menyetujui perjodohannya dg Junhoe, mereka tidak tahu seperti apa Junhoe sebenarnya.
Jimin yg menyadari raut panik Rosé bertanya. "Ada apa denganmu Rosé? Siapa yg menelfonmu tadi?"
"A-aku tidak apa apa, tadi hanya adikku saja menanyakan bagaimana kabarku."
Jimin mengernyitkan dahinya, sepertinya ada sesuatu yg Rosé sembunyikan. "Benarkah? Kau terlihat panik."
"Iya aku tidak apa apa, kau sudah selesai? Mari kita kembali ke kantor" Rosé berdiri lebih dulu dan berjalan mendahului Jimin dg kaki jenjang ngnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away from Them [✔]
RomanceTiada hari tanpa perdebatan keduanya, setiap harinya terus saja bertengkar tak ada hentinya. Namun, hal itu juga yang menjadi salah satunya faktor dari tumbuhnya perasaan yang tidak keduanya duga. Seiring berjalannya waktu bisa saja perasaan itu had...
![Run Away from Them [✔]](https://img.wattpad.com/cover/216397356-64-k264896.jpg)