Vote dulu yuk sebelum baca:)
. . . . .
Waktu sudah menunjuk kan pukul 12 siang, tengah hari. Waktunya untuk seluruh karyawan Bighit financial menyantap makan siang mereka.
Dan juga, seperti biasa Jimin dan Rosé akan makan siang bersama ditempat yg mereka inginkan.
Keduanya pun memilih untuk makan siang di resto Italy Bibi Kim, lumayan lama mereka tidak bertemu wanita itu.
Saat mereka berjalan di lobby perusahaan, seseorang menghentikan langkah keduanya. "Tuan Park! Sekretaris Park!"
Itu Seulgi, dia memanggil Jimin dan Rosé dg tidak sopannya membuat beberapa karyawan yg melihatnya berbisik tentang keberanian Seulgi memanggil CEO mereka dengan teriakan.
Jimin menatap Seulgi yg melangkah mendekati mereka dg tidak suka, ada apa dengan gadis ini?
"Kalian—" Ucapan Seulgi terpotong karena suara dingin Jimin menginstrupsinya.
"Panggil aku dengan nada yg sopan dan jangan berteriak seperti tadi."
Seulgi menunduk kan kepalanya merasa bersalah. Rosé menatap sinis Jimin yg sudah kelewat jutek pada Seulgi, sementara Jimin hanya diam tak peduli.
"Eonni, jangan bersedih begitu. Bukan maksud Tuan Park memarahimu, tapi memang kau jangan berteriak seperti tadi saat memanggil Tuan Park." Jelas Rosé berusaha membuat Seulgi tak bersedih.
"Jinjja? Maafkan aku Tuan." Seulgi membungkuk kan badannya pada atasannya, Jimin hanya berdehem singkat sebagai jawaban.
"Eonni mengapa memanggilku dan Tuan Park?"
"Ah itu, kalian mau makan siang kan? Boleh aku ikut?" Ini adalah bagian dari rencana Seulgi yg ingin kembali mendekati Jimin.
Rosé mengangguk. "Iya eonni, boleh." Jawab Rosé tanpa meminta persetujuan dari Jimin.
"Hey apa ini? Tidak, tidak boleh." Tentu saja Jimin menolak permintaan Seulgi untuk ikut Jimin dan Rosé makan siang bersama.
"Tuan tidak boleh seperti itu, bos itu harus bersikap baik pada karyawannya sendiri agar karyawanmu dapat bersikap baik padamu." Ujar Rosé dengan penuh penekanan, Jimin menghela nafas pasrah.
"Yasudah terserah." Jimin melangkah mendahului dua gadis itu. Ia merasa kesal pada Rosé yg selalu membela Seulgi.
Saat mereka akan masuk ke dalam mobil, Jimin meminta Rosé untuk mengendarai mobilnya dan ia duduk di kursi samping bangku kemudi.
Dengan begitu, Seulgi tidak bisa meminta Rosé untuk bertukar tempat duduk dengan beribu alasan.
Mobil Ferrari itu berhenti di depan restoran bergaya Italy, kedatangan ketiga orang itu mendapat sambutan baik dari Bibi Kim.
"Oh dia siapa, Rosé Jimin?" Tanya Bibi Kim yg baru kali ini melihat Seulgi.
"Dia manajer keuangan baru di perusahaan Jimin, bi." Jawab Rosé.
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away from Them [✔]
RomanceTiada hari tanpa perdebatan keduanya, setiap harinya terus saja bertengkar tak ada hentinya. Namun, hal itu juga yang menjadi salah satunya faktor dari tumbuhnya perasaan yang tidak keduanya duga. Seiring berjalannya waktu bisa saja perasaan itu had...
![Run Away from Them [✔]](https://img.wattpad.com/cover/216397356-64-k264896.jpg)