Vote dulu yuk sebelum baca:)
. . . . .
Sepulangnya dari liburan itu, Jimin datang ke rumah orangtuanya dan mengatakan kalau ia ingin keluarganya dengan keluarga kekasihnya bertemu untuk melamar Rosé secara resmi.
Setelah mendapat persetujuan dari kedua orangtuanya, maka terjadilah pertemuan dua keluarga itu. Acara lamaran itu pun berjalan dengan sangat lancar.
Raut kebahagiaan tercipta pada dua keluarga itu, Jimin dan Rosé pun merasa sangat lega karena kedua orangtua mereka yang dapat berhubungan dengan sangat baik.
Namun seminggu menuju hari dimana pernikahan mereka akan dilaksanakan, Ariana dan In Na memerintahkan keduanya untuk tidak bertemu dulu sampai hari dimana mereka akan mengikat janji suci itu tiba.
Sejak bertemu pertama kali, dua wanita paruh baya itu sudah saling cocok satu sama lain. Keduanya pun sangat kompak melarang Jimin dan Rosé untuk tidak tinggal serumah, dan juga termasuk melarang Rosé bekerja agar keduanya tidak bisa bertemu.
Bukannya jahat atau ingin memisahkan kedua orang itu, In Na dan Ariana hanya ingin membuat hari pernikahan dan malam pertama mereka menjadi begitu berkesan. Keduanya akan diselimuti rindu yang sangat saat tidak bertemu satu minggu lamanya.
Baru saja tiga hari berlalu sejak Jimin dan Rosé dipisahkan, tidak tinggal didalam rumah yang sama dan Rosé yang tidak masuk untuk bekerja membuat Jimin merindukan gadisnya.
Tiga hari serasa tiga tahun baginya, katakanlah kalau Jimin berlebihan atau apapun itu. Karena selama tiga hari ini, Jimin dan Rosé tidak saling menghubungi dikarenakan si pria yang harus mengerjakan seluruh pekerjaannya untuk satu minggu kedepan.
Karena satu minggu itu akan menjadi quality time-nya bersama Rosé yang akan segera menjadi istrinya.
Saat ini, Jimin tengah disibukkan dengan pekerjaannya. Rasa rindu itu muncul ketika ia menatap pada sebuah meja dimana biasanya terdapat sang kekasih yang selalu terduduk manis disana. Tapi kali ini meja itu kosong, tidak ada siapapun yang mengisinya.
Jimin menghela nafasnya, ia sangat merindukan gadis itu tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa selagi Ariana dan In Na melarang dirinya dengan Rosé untuk bertemu.
Tiba-tiba ponsel miliknya berdering, layarnya menunjukkan kalau yang menelfonnya adalah sang Eomma.
"Yeoboseyo Eomma.."
"Yeoboseyo Jimin-ah."
"Hmm ada apa, Eomma?"
"Aish, dasar anak nakal. Apakah kau lupa kalau hari ini kau akan fitting baju pernikahanmu dengan Rosé?"
Mata Jimin membelalak setelah mendengarnya, ia buru-buru bangkit dari posisi duduknya lalu berlari keluar ruangannya. Meninggalkan pekerjaannya begitu saja.
"Aku akan sampai disana lima belas menit lagi, Eomma!"
Belum sempat In Na membalas ucapan Jimin, pria itu sudah lebih dulu memutus sambungan telfonnya. Perasaannya sangatlah senang ketika mengetahui kalau ia akan fitting baju pernikahannya.
Itu artinya dia akan bertemu dengan Rosé, sang kekasih yang sangat sangat ia rindukan. Dengan kecepatan penuh Jimin mengendarai mobilnya menuju butik terkenal yang merupakan langganan Eomma-nya.
Disisi lain, Rosé, Ariana dan In Na sudah sampai duluan pada Butik dimana ia akan fitting gaun di hari pernikahannya yang hanya tinggal beberapa hari lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away from Them [✔]
RomanceTiada hari tanpa perdebatan keduanya, setiap harinya terus saja bertengkar tak ada hentinya. Namun, hal itu juga yang menjadi salah satunya faktor dari tumbuhnya perasaan yang tidak keduanya duga. Seiring berjalannya waktu bisa saja perasaan itu had...
![Run Away from Them [✔]](https://img.wattpad.com/cover/216397356-64-k264896.jpg)