Mereka semua mendongak dan tersenyum, terkecuali Rafa dan Fara yang memang tidak suka tersenyum pada orang yang gak penting.
"Boleh duduk sini gak? Soalnya mejanya udah penuh semua." Ucapnya sambil tersenyum yang dibalas anggukan oleh beberapa inti Adlerauge dan sahabat Fara. "Boleh, duduk aja sini." Ucap Icha sambil menepuk bangku kosong di sebelahnya.
Dia tersenyum dan duduk dikursi itu. Saat dia mendongak, ternyata kursinya berhadapan langsung dengan Fara yang sedang duduk sambil bermain game di ponsel Rafa. Saat dia mengalihkan pandangannya ke arah Rafa, terlihat Rafa sedang memperhatikan Fara bermain sambil tangan kanannya dirangkulkan ke bahu Fara dan tangan kirinya dia gunakan untuk bermain-main dengan rambut Fara. Hatinya jadi panas melihat itu semua, karena sejak mereka bersahabat dulu Kristiani sudah menyimpan rasa lebih dari sekedar teman pada sahabatnya ini. Dia juga kembali ke negara ini hanya untuk mengejar cintanya itu.
"Eh Rafa. Lo kemana aja dari tadi? Gue cariin juga," Rafa dan Fara sontak mengangkat kepala mereka saat mendengar penuturan dari Kristiani.
"Apa?" Tanya Rafa yang membuat Kristiani merubah wajahnya menjadi cemberut. "Gue cari lo dari tadi, tapi lo nya gak ada."
"Gue disini sama mereka. Emang napa?" Ujar Rafa seraya bertanya dengan alis berkerut.
Kristiani menggeleng sambil tersenyum dan mengambil sendok lalu mulai memakan makanannya. Fara yang dari tadi mendengar hanya menatap kearah Rafa sambil mengernyitkan dahinya.
"Kenapa?" Tanya Rafa pada Fara yang sedang menatapnya. Fara hanya mengangkat kedua bahunya membuat Rafa gemas dan menyentil dahinya.
Fara membelalakan matanya dan memukul kuat tangan Rafa. "Sakit goblok" geramnya sambil mengusap dahinya yang menjadi korban sentilan Rafa.
Rafa terkekeh pelan dan menarik Faar mendekat lalu mengusap pelan dahi perempuan itu. Teman-temannya yang melihat itu hanya tersenyum saja.
"EKHM!! yang jomblo numpang hidup," Sahut Agra dan Sean bersamaan.
"Uuhhh jadi couple goals nih" Ujar Anna menggoda mereka berdua sambil bertopang dagu.
Rafa menatap balik kearah Anna dengan datar sedangkan Fara menatap dengan sebelah alis terangkat. Anna hanya menatap sambil menaik turunkan alisnya.
Fara yang tersadar pun langsung melepaskan tangan Rafa dari dahinya dan kembali bermain game di ponsel milik lelaki itu.
Teman-temannya terkekeh melihat tingkah mereka yang seperti itu. Hanya ada satu orang saja yang tidak suka melihat adegan didepannya, siapa lagi kalau bukan Kristiani.
Tangannya terkepal kuat di bawah meja dengan wajah penuh fake smile nya. Dia pikir menutupi amarahnya dengan senyum palsunya itu akan berhasil, nyatanya dia salah. Karena dari tadi tingkahnya itu sudah diperhatikan oleh seorang perempuan yang duduk disamping Agra. Dia menatap Kristiani dengan tatapan yang sulit diartikan.
Pasti ada sesuatu. Ucapnya dalam hati.
"Eh Del. Lo ngapa? Dari tadi melamun mulu" Dela sedikit terkejut dengan hentakan Rey yang duduk tak jauh darinya.
Dia menggeleng pelan lalu berkata, "gak papa."
"Hmm gini nih cewek. Kalo ditanya jawabnya gak papa mulu. Gak ada kosa kata lain apa." Kesal Rey yang membuat teman-temannya tertawa.
"Lah. Emang benar gak papa." Ujar Dela sambil terkekeh kecil melihat wajah kesal Rey.
"Ya sudahlah. Bomat gue," sahut Rey tang membuat teman-temannya berhenti tertawa dan menatapnya bingung.
Fara tersenyum kecil melihat wajah bingung mereka semua, kemudian dia berdiri.
"Gue mau kekelas, lo pada mau ikut?" Tanya Fara pada keempat sahabatnya yang dibalas gelengan kepala oleh mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
RaFara | END
Teen FictionRafa, lelaki dingin dan seorang ketua geng dari geng besar yang bernama Adlerauge. Lelaki yang tiba-tiba membuat seorang perempuan menjadi pacar nya hanya dengan dasar "Pengancaman dan ingin melindungi nya." Fara, perempuan dengan beribu luka di mas...
