5. Mulai dekat?

104K 5.9K 164
                                        

HAPPY READING!!
🌻🌻🌻

Seorang laki-laki membuka sebuah pintu dengan perlahan. Disana, dia melihat gadis itu sedang tertidur menghadap kearah kanan. Tidurnya nampak sangat nyenyak, berbeda dengan beberapa tahun yang lalu.

Laki-laki itu berjalan mendekat sambil tersenyum. Duduk disamping kasur, menyingkirkan beberapa helaian rambut yang menghalangi wajah gadis itu.

"Dek bangun yuk. Kamu gak sekolah apa." ucap laki-laki itu kepada adik tersayangnya.

"Bentar lagi bang, Nissa masih ngantuk." seru Perempuan itu dengan suara serak khas orang bangun tidur. Perempuan yang tidak lain adalah Fara, dan laki-laki yang membangunkannya adalah abangnya Azura.

"emang kamu gak sekolah? ini sudah jam 7 loh dek." ucap Azura yang membuat Fara membuka matanya.

"beneran bang??" tanya Fara pada abangnya, dan dibalas anggukan.

"huaaaaaa Nissa dah terlambat." teriaknya lalu beranjak menuju kamar mandi dengan tergesa-gesa.

Azura yang melihat tingkah adiknya itu hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala, lalu beranjak keluar dari kamar.

"Adek kamu sudah bangun?" tanya Naya saat melihat Azura telah duduk bergabung dengan mereka.

"Udah bun, Lagi mandi dia. Tadi aku bilangin kalo ini udah jam 7." ucap Azura sambil terkekeh kecil. Karena memang tadi itu dia membohongi adiknya, ternyata sekarang baru jam 06.00 bukan jam 07.00. Sungguh abang yang jahil.

Semua yang mendengar ucapan Azura hanya terkekeh.

Fara berlari tergesa-gesa turun dari tangga mansionnya sambil menenteng tas Hitamnya. Dia dengan segera menuju ke ruang makan, dimana semuanya berada.

"Adek jangan lari-lari, nanti kamu jatoh." ucap Melviano memperingatkan putrinya yang sedang berlari.

"Nissa udah telat, Ayah." ucapnya sambil mengambil roti yang telah dibuatkan bundanya, lalu memakannya dengan tergesa-gesa. Tidak peduli dengan tatapan semua orang yang ada di meja makan.

"Duduk dan makan baik-baik sayang. Kamu belum terlambat, ini masih jam enam. Jadi pelan-pelan saja ok." ucap Melviano lembut sambil menatap anaknya itu.

"lah kata abang tadi udah jam tujuh." seru Fara memberhentikan makannya, dan menatap kearah ayahnya.

"abangmu itu tadi berbohong." ucap Naya sambil terkekeh kecil.

Mendengar bahwa dia tadi ditipu oleh abangnya, Fara langsung menekuk wajahnya dan memakan rotinya dengan cepat. Setelah selesai memakan rotinya, dia langsung meminum susunya dan beranjak.

"Ayah bunda Fara pergi duluan." ucap Fara lalu beranjak menyalimi Ayah bundanya, dan berjalan keluar mansion tanpa pamit pada Ke6 abangnya yang juga berada di meja makan itu.

"loh dek kamu gak pamit sama kita?" ucap Kenzie yang pastinya tidak didengarkan oleh Fara karena perempuan itu sudah berjalan keluar.

"yaaah.. Abang sih jadi marah kan adek nya." ucap Kenzie sambil menatap abangnya dengan kesal.

"yaahh abang tadi kan niatnya cuma bercanda doang, gak tau kalo dia bakalan marah beneran." ucap Azura.

RaFara | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang