42. Persiapan

44.7K 2.5K 123
                                        

Hai guys.
Aku update lagi nih.😁
Sorry yah kalo aku lama update. Karena ide itu datang gak ingat waktu loh.
Tapi nanti aku usahain update cepat deh besok-besok.

HAPPY READING!!

"Fara?!" Teriak keempat sahabat Fara saat Fara pergi ke belakang panggung. Mereka sebenarnya sudah mau menghampiri Fara saat dia turun tadi. Tapi karena melihat Fara sedang berbicara dengan keluarganya, maka mereka tahan dulu.

Anna berlari kecil dan langsung memeluk tubuh Fara dengan begitu erat. "AHHHHHHH... Kesayanganku. Sumpah, keren banget tadi. Gue suka waktu lo jalan kesana kesini. Kek beneran." Pekik Anna sambil sesekali mencubit pipi Fara membuat sang empu kesal.

"Yah jangan sambil nyubit juga dong. Lo kira gak sakit apa." Kesal Fara pada Anna. Anna hanya cengengesan kemudian mengelus lembut pipi Fara.

"Eh Far. Gimana? Ayah lo setuju gak?" Tanya Della dengan wajah penasarannya.

Teman-temannya pun langsung ikut diam dan menunggu jawaban apa yang akan di berikan Fara.

Fara hanya mengangguk sekilas, "Ayah sama Bunda gue setuju. So gue boleh ikut." Jawab Fara dengan santai nya membuat keempat sahabatnta melompat kegirangan.

"Yes. Kalau begitu besok kita beli persiapan buat kemah nanti. Gimana?" Tanya Anna yang langsung disetujui oleh keempat sahabatnya.

"Eh bentar. HP gue dimana yah?" Tanya Fara sambil celingak celinguk mencari HP nya.

"Diruang utama kali. Kan tadi sebelum keruang ganti lo kesana dulu." Ujar Icha.

"Oh iya. Gue kesana dulu yah." Seru Fara lalu berlari ke arah ruang utama.

Saat sampai disana, ternyata ada seorang Rafa dan seekor ular yang sepertinya sedang berbincang.

Fara nampak acuh saja, dia berjalan kearah meja dan melihat ada dua HP kembar. Sama-sama memakai cassing berwarna hitam. Karena tidak mau berlama-lama, dia langsung mengambil asal salah satu dari HP itu.

"Ra." Fara menoleh saat mendengar suara panggilan yang begitu lirih.

Fara mengangkat alis kirinya, "kenapa?" Tanya Fara dengan nada yang begitu santai.

"Gue mau bicara, bisa?"

"Bertiga?" Tanya Fara yang diangguki Rafa.

Fara menggelengkan kepalanya dan mengibaskan tangannya, "gak. Sorry-sorry aja nih ye. Sayangnya gue bukan orang ketiga. Lo tau gue kan? Oh atau lo emang gak pernah tau gue. Tapi pokok intinya, gue gak suka jadi orang ketiga, gak suka bicara sama ular dan gak mau berbicara dengan buaya darat. Mengerti? Ok gue pergi." Tolak Fara secara lembut namun sangat menusuk bagi Rafa. Karena terdapat beberapa kata sindiran di kalimat yang dia ucapkan tadi.

"Semua gara-gara lo bangsad." Bentak Rafa pada Kristiani yang dari tadi menatap sinis kearah Fara sampai Fara pergi dari ruangan itu.

Kristiani menoleh dengan wajah tak terima. "Masa gue sih. Gue-"

"Jangan sentuh gue biadab. Gara-gara lo. Pokoknya semua gara-gara lo." Ucap Rafa dengan penuh penekanan sambil menunjuk wajah Kristiani dan mengambil HP nya lalu pergi meninggalkan Kristiani sendiri.

"Akh.. Fara. Pokoknya gue bakal buat lo nyesal." Teriak Kristiani sambil mengepalkan kuat tangannya. Matanya sudah sangat merah karena amarah.

Apakah yang akan dilakukan Kristiani?

☆¿•¿•¿☆

Fara kembali dari ruang utama menuju ke teman-temannya yang sedang duduk bersama para inti Adlerauge.

RaFara | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang