Hai guys👋🙌👋
Ini double up nya yah😁
Semoga kalian suka.
Jangan lupa vote and comment setelah baca🤗🤗
HAPPY READING!!
Setelah dari pantai, Fara ingin pergi ke pasar malam yang ternyata ada pameran juga. Rafa ingin menolak karena sudah malam, tapi saat melihat wajah lucu didepannya ini, membuat dia tidak berani untuk menolaknya.
Fara tersenyum lebar saat Rafa menyetujui ajakannya untuk pergi ke pasar malam, tapi dengan alasan mereka harus pergi untuk membeli jaket terlebih dahulu.
Rafa menggandeng tangan Fara saat mereka turun dari mobil. Dia harus berjaga-jaga karena disini terdapat banyak sekali orang.
"Raf, gue mau coba makan itu." Ujar Fara sambil menunjuk penjual yang sedang membuat sebuah gulali.
"Nanti gigi lo sakit loh Ra." Jawab Rafa.
Fara memasang wajah sedihnya. Wajah yang paling tidak bisa Rafa lihat. "Padahal gue belum pernah makan itu." Ucap Fara pelan.
Rafa menghembuskan nafas pelan kemudian mengusap kepala Fara, "yaudah ayo." Ajak Rafa yang membuat senyum Fara mengembang.
Saat menunggu Rafa membeli gulali untuknya, tiba-tiba tangannya tak sengaja menyenggol tangan seorang lelaki yang sedang berjalan bersama teman-temannya. Senggolan itu langsung membuat Fara berjengit kaget dan memeluk Rafa dari samping.
Rafa menoleh, mendapati Fara yang tengah memeluknya. Sepertinya gadis ini ketakutan. Rafa tersenyum kemudian mengangkat wajah Fara yang bersembunyi ditangannya.
"Hei, hei. Kenapa? Sini lihat gue." Fara mengangkat wajahnya kemudian menatap kearah Rafa yang menatapnya sambil tersenyum manis. "Kenapa?" Tanya Rafa sekali lagi.
Saat Fara hendak menjawab, tiba-tiba seorang lelaki mengagetkannya.
"Woi pak bos. Tumben disini? Biasa kan paling anti dengan tempat kek gini." Rafa memutar kedua bola matanya malas kemudian menatap tajam ke beberapa lelaki di depannya.
"Ngapain lo pada disini?" Tanya Rafa dengan nada sengit. Sedangkan Fara, dia langsung tersenyum saat melihat para lelaki ini datang.
"Caelah bos. Kita juga butuh refreshing kali. Kan mumpung lo lagi barang neng Fara." Ucap Sean sambil tersenyum manis pada Fara. Yup, para lelaki tadi adalah ketujuh inti Adlerauge yang sedang menghabiskan waktu mereka. Mereka pun sedikit terkejut saat bertemu dengan bos mereka ini.
"Ini mas gulali nya," Rafa membalikkan badannya saat penjual gulali tadi memanggilnya. Dia mengambil gulali tadi dan diberikan pada Fara kemudian membayarnya.
"Adek makan gulali? Nanti giginya sakit loh." Ucap Kenzo yang sedari tadi hanya berdiam diri menikmati senyuman manis adiknya.
"Gak bakalan bang. Kan ini yang pertama kalinya." Jawab Fara yang membuat para inti Adlerauge membelalakan mata mereka terkecuali Kenzo, Kenzie dan Rafa yang sudah mengetahui hal itu.
"Sumpah demi apa Neng? Lo gak pernah makan gulali?" Tanya Alex dengan wajah tak percayanya.
Yah bagaimana mau percaya, Fara ini orang kaya. Berasal dari keluarga nomor satu, trus sekarang dengan santainya bilang gak pernah makan gulali yang bahkan bisa dia beli sekaligus dengan mas-mas nya? OMG, They Can't believe that.
Fara hanya mengangguk saja sebagai jawaban membuat mereka semakin membelalakan mata mereka.
"Emang kenapa Neng?" Tanya Agra.
Kenzie memutar bola matanya malas. Diketuk lah kepala teman yang berdiri disampingnya itu. "Dia gak pernah keluar rumah. Itu gulali aja dia gak tau namanya. Ayah gue gak mau dia kenal dan makan gulali itu karena takut giginya sakit." Jawab Kenzie yang membuat mereka geleng-geleng kepala.
KAMU SEDANG MEMBACA
RaFara | END
Novela JuvenilRafa, lelaki dingin dan seorang ketua geng dari geng besar yang bernama Adlerauge. Lelaki yang tiba-tiba membuat seorang perempuan menjadi pacar nya hanya dengan dasar "Pengancaman dan ingin melindungi nya." Fara, perempuan dengan beribu luka di mas...
