PART 11 : Pertandingan

13.5K 849 30
                                        

"Xa, sini." Claretta berteriak dan melambai lambaikan tangannya pada Alexa.

Alexa berjalan ke arah gadis itu dan duduk di tempat yang telah disediakan gadis itu untuknya.

"Lama banget sih, Xa."

"Hehe, sorry, Ta. Macet. Gue naik ojol soalnya tadi."

Lapangan SMA Harapan sudah ramai. Pertandingan akan segera di mulai. Sekarang yang bermain adalah tim SMA Candra Pusaka melawan tuan rumah, yaitu SMA Harapan. Masing masing anggota tim menyiapkan posisinya. Tim SMA Candra Pusaka terdiri dari Septian, Revan, Adam, Ryan, dan Dion sebagai pemain inti serta 5 orang lainnya sebagai pemain cadangan.

Permainan sudah berlangsung 3 babak, tersisa babak terakhir untuk menentukan pemenangnya. Skor sementara SMA Candra Pusaka lebih unggu. 5 - 4.

Pada babak terakhir, suara dukungan untuk tim SMA Candra Pusaka semakin meriah. Belum ada satu pun poin yang dicetak oleh kedua tim padahal waktu sudah tersisa 3 menit lagi.

Bola sekarang berada pada tangan Septian. Ia menggiring bola itu melewati lawan lawannya dengan tangkas. Septian mengoper bola itu pada Ryan yang berada di depannya. Ryan berlari sambil mendribel bola ke kanan dan ke kiri melalui sela sela kakinya. Ryan pun mengoper bola ke Revan dan dengan sigap Revan langsung memasukan bola nya ke keranjang lawan. Waktu pertandingan telah usai. Seluruh penonton bersorak untuk SMA Candra Pusaka.

"YESS!!" Alexa dan Claretta melakukan tos atas kemenangan itu.

"Xa, gue mau kasih minum ke Adam. Lo mau ikut ?" Tanya Claretta.

"Mauu." Alexa tadi memang sengaja membeli 2 botol minuman untuk dirinya dan Revan.

Tim SMA Candra Pusaka pun melakukan selebrasi atas kemenangannya, kemudian berjalan ke tepi lapangan.

Jorges, Farrel, dan Alvino yang sedaritadi sudah menonton, bukannya memberikan selamat pada teman temannya malah pergi menggoda siswi siswi sekolahnya yang kegirangan melihat pesona anak anak basket. Alvino sebenarnya tidak mau ikut. Tapi Jorges dan Farrel memaksanya terus menerus sampai dia menyetujuinya.

"Sep, lo hebat banget tadi." Kata Vivian yang menghampiri Septian.

"Makasih." Jawab Septian, tidak menoleh pada Vivian. Septian sedang menyeka keringat yang ada di dahinya. Pesona Septian yang seperti inilah yang membuat kaum hawa langsung jatuh cinta padanya, tak terkecuali Vivian.

"Gue bawa minum buat lo." Vivian menyodorkan sebotol air pada Septian.

"Buat lo aja." Balas Septian.

"Tapi ini gue bawain khusus buat lo."

"Gak usah repot repot. Gue mau ke Revan dulu." Septian berjalan meninggalkan gadis itu.

Vivian menghela napasnya, kecewa. Lagi lagi Septian menolaknya.

"Xa, gue ke Adam dulu ya. Lo mau ketemu Revan kan ?" Tanya Claretta.

"Iyaa." Jawab Alexa.

Alexa berjalan menghampiri Revan yang sedang mengipas wajahnya menggunakan handuk yang ia pakai untuk menyeka keringatnya. Disana juga ada Septian yang tengah mengobrol dengan Revan.

"Kak Revan." Panggil Alexa.

"Eh, Xa. Lo sendiri ?" Tanya Revan.

"Engga kok. Gue tadi sama Claretta. Dia lagi sama Adam sekarang." Kata Alexa. "Tadi lo mainnya keren banget kak." Puji Alexa.

Revan hanya tersenyum karena pujian Alexa. "Bisa aja lo, Xa."

"Buat lo, kak." Alexa memberikan salah satu botol yang ia genggam. Revan mengambil botol itu lalu meminumnya.

Septian Adelio [PRE ORDER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang