PART 17 : Khawatir

11.5K 733 6
                                        

Alexa tidak bisa fokus belajar. Semalam Alexa terpikir terus akan kejadian kemarin. Septian sudah menolongnya dari ketiga pria itu. Tapi justru Alexa malah bersikap itu pada Septian. Alexa kesal dengan Septian karena perbuatan Vivian padanya. Tapi bagaimana pun juga itu bukan perbuatan Septian. Untungnya bekas merah pada pipi Alexa sudah tak terlihat.

"Bengong aja. Ayok ke kantin." Claretta menyadarkan Alexa dari lamunannya. "Mikirin apa sih ?"

"Engga kok, gak mikirin apa apa. Ayokk."

~~~~~~~~~~°

"Rel, baju lo di rumah gue jangan lupa bawa pulang." Kata Alvino. Septian dan teman temannya sekarang sedang makan di meja pojok kantin.

"Waduh ! Lo berdua abis ngapain nihh ?" Adam menatap curiga Alvino dan Farrel.

"Apa lo, Dam ?! Gini gini gue masih suka cewe kali." Kata Farrel.

"Lo kan emang kemaren ke club buat nyari cewe." Kata Alvino.

"Kok lo gak ngajak ngajak, Rel, kalo mau ke club ?" Protes Jorges.

"Tau. Udah gitu pas mabuk pulangnya ke rumah gue lagi. Untung orang tua gue lagi gak di rumah." Kata Alvino.

Farrel hanya cengengesan. "Rumah lo kan paling deket, Vin."

"Nanti gue pindah rumah aja deh."

"Yauda kalo gitu gue pulangnya ke rumah Septian aja." Kata Farrel melirik Septian.

"Gak gue bukain. Tungguin sono di luar." Ucap Septian.

"Tega bener sih lo pada sama temen sendiri." Ucap Farrel sok sedih.

"Kalo lo kasih uang sewa gue mau dah." Kata Septian.

"Eh Bang Asep ! Harta lo udah segaban begitu masih kurang ?" Farrel membuat teman temannya tertawa karena nada bicaranya yang di tinggi kan.

"Septian." Alexa menghampiri meja keenam pria yang sedang tertawa lepas itu.

"Eh, Alexa. Tumben nyari Septian ? Udah kangen ya ?" Tanya Jorges.

Alexa tidak menjawab Jorges. "Gue boleh ngomong bentar gak ?" Tanya Alexa pada Septian.

"Lama juga gak papa, Xa. Septian juga pasti mau kok. Ya gak, Sep ?" Revan memberikan senyum ledekan pada Septian.

"Ih, kak ! Jangan ikut ikutan !" Ujar Alexa.

Septian bangkit dari tempatnya. Menatap Alexa seperti menyuruh gadis itu mengikutinya.

"Jangan berduaan ke tempat sepi, Sep. Nanti yang ketiganya setan." Ucap Adam.

"Lo setannya, Dam." Jawab Septian dan setelah itu berjalan keluar kantin dengan Alexa yang mengekorinya.

Septian berjalan ke taman belakang sekolah. Salah satu tempat sepi saat istirahat karena murid murid lebih memilih pergi ke kantin atau tetap diam di dalam kelas.

"Apa ?" Septian memulai percakapan.

"Makasih ya buat yang kemaren." Ucap Alexa.

Septian menjawab dengan anggukan.

"Hmm." Alexa bergumam.

"Kenapa ?" Tanya Septian.

"Gue mau minta maaf sama lo."

"Buat ?"

"Sikap gue yang kemaren."

"Gak usah." Septian menjawab dengan tegas.

Nada bicara Septian membuat Alexa menjadi tidak enak. "Lo marah ya ?"

"Engga."

"Beneran ?"

Septian Adelio [PRE ORDER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang