"OMGGGGG !!!" Teriak Alexa ketika melihat jam ponselnya. Pukul 7 pagi. Gadis itu langsung melempar selimutnya dan berlari menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Alexa buru-buru memakai seragam dan sepatunya. Ia memutuskan untuk berlari ke sekolah karena tak sempat lagi memesan ojek online.
Sepuluh menit Alexa sudah sampai di sekolah. Napasnya terengah-engah. Seperti dugaannya, gerbang sekolah sudah ditutup. Alexa melihat ke kanan dan ke kiri untuk mencari satpam sekolah.
"Pak, tolong bukain, pak." Kata Alexa pada Pak Yayan, satpam sekolah.
"Maaf, neng, gak bisa."
"Kenapa, pak ? Saya kan baru telat sekali. Boleh lah, Pak, di bukain."
"Sama aja, neng. Nanti saya bisa kena semprot Bu Nuri."
"Yaudah, pak. Diem diem aja bukainnya."
"Yah elah si eneng. Bu Nuri pan tiap hari patroli. Saya takut ketahuan."
"Gak bakalan, pak. Nanti saya..."
"Lo telat ?" Alexa menoleh ke belakang untuk melihat asal suara. Ia melihat Septian yang juga baru saja datang. Seperti biasa, seragamnya pasti berantakan. Pak Yayan yang melihat Septian pun tak heran lagi karena Septian memang langganannya terlambat.
Alexa hanya bergumam. Kemudian ia membujuk Pak Yayan lagi untuk membukakan gerbang.
"Pak, bukain dong. Saya janji deh gak telat lagi."
"Gak bisa, neng. Saya takut di marahin Bu Nuri."
"Lo mau masuk ?" Tanya Septian.
Alexa menoleh ke arah Septian. "Ya iya lah."
Septian mendekati telinga Alexa dan berbisik padanya. "Gue kasih tau jalan pintas."
"Ha ? Jalan pintas ?" Tanya Alexa bingung.
"Sini."
Alexa akhirnya berjalan mengikuti Septian. Ia sudah menyerah untuk membujuk Yayan. Mereka mengarah ke gerbang belakang sekolah.
"Ngapain ke gerbang belakang ?" Tanya Alexa.
"Biasanya gerbang belakang gak di kunci. Kalo di kunci ya tinggal manjat."
"Manjat ?" Alexa terkejut. "Gue gak mau manjat."
"Ya itu sih terserah lo. Kalo gak mau masuk ya gak usah."
Septian mencoba membuka gerbang itu. Ternyata tidak di kunci. Septian masuk terlebih dahulu untuk melihat keadaan. Setelah merasa aman, ia memanggil Alexa.
Alexa masuk dengan was was. Takut ketahuan Bu Nuri atau guru yang lain.
"Lo gak pake dasi ?" Tanya Septian.
Alexa reflek memegang dan melihat kerah seragamnya. "OH IYAA." Alexa menepuk jidat. "Mati gue ketinggalan." Tadi ia buru buru berangkat sehingga lupa membawa dasi yang ia gantung di belakang pintu kamar.
Septian melepas dasi yang terikat berantakan di kerahnya. Kemudian memasangkannya pada kerah Alexa. "Pake punya gue."
"Terus lo gimana ?" Tanya Alexa sambil melihat tangan Septian yang memasangkan dasi untuknya.
"Ya gak gimana." Jawab Septian. "Udah ayok nanti ketahuan."
Septian dan Alexa berjalan dengan hati hati di koridor. Terdengar suara langkah kaki. Septian langsung menarik Alexa bersembunyi di balik tembok kelas X. Alexa tidak siap dan tersandung kakinya sendiri. Gadis itu jatuh ke dalam pelukan Septian. Kedua tangannya berada di depan dada Septian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Septian Adelio [PRE ORDER]
Romance[OPEN PRE ORDER (@_gentebooks)] "Oke, Alexa, ini sekolah ketiga lo. Jangan sampe lo di keluarin lagi." • • • • • • • • • • • "ADUH GUE GAK BISA, ADA KAKEL BIKIN EMOSI MULU !"
![Septian Adelio [PRE ORDER]](https://img.wattpad.com/cover/220275782-64-k951721.jpg)