Alexa melempar kasar dirinya ke kasur. Ia baru saja selesai membantu ibunya membereskan koper orang tuanya yang sudah pulang sore ini. Ayahnya langsung pergi ke kantor untuk mengurus perpindahan pekerjaannya kembali ke Jakarta. Suara notif ponsel membuatnya terpaksa bangun untuk melihat siapa yang mengirim pesan.
Septian Adelio : Gue di depan rumah lo.
Alexa melotot kaget. Dengan cepat ia membuka gorden jendelanya yang mengarah tepat ke depan rumahnya. Ada sebuah mobil porsche putih mewah berhenti di depan gerbang rumahnya. Alexa bergegas berlari turun dan menghampiri pemilik mobil itu.
"Lo ngapain ke rumah gue ?"
"Mau ngajak lo jalan," ucap Septian. Pria itu menggunakan outfit serba hitam. Mulai dari baju sampai sepatu.
Alexa mengerutkan dahinya. "Kenapa gak bilang dulu ?"
"Kelamaan. Mending gue langsung ke sini," jawab Septian enteng.
"Ih tapi kan gue belom siap siap."
"Yaudah cepet."
"Siapa sayang ?" Tanya mama Alexa yang keluar menghampiri mereka karena melihat Alexa keluar terburu-buru.
"Temen, ma."
"Sore, tante. Saya Septian."
"Iya, sore. Tadi tante denger kamu mau ajak Alexa pergi ?"
"Iya, tante. Gak jauh kok, sekitar sini aja. Boleh, tante ?" tanya Septian meminta izin.
"Boleh. Asal jangan pulang malam malam ya."
"Iya, tante."
"Gue ganti baju bentar," kata Alexa pada Septian. Kemudian ia masuk dan naik ke kamarnya.
"Kamu satu kelas sama Alexa ?" tanya mama Alexa.
"Enggak, tante. Saya kelas dua belas."
"Ohh kakak kelas ya ?"
"Iya, tante."
"Kamu kenal Revan ?"
"Iya, tante. Kenal."
"Dulu Revan suka main ke sini, sama temen-temennya yang lain. Alexa bisa sampai lupa waktu kalau udah sama mereka. Biasanya kalau mereka gak bisa datang, Alexa yang datangin mereka. Maklum lah gak punya saudara. Jadi pasti sepi di rumah sendirian." Septian mengangguk mengerti dengan cerita mama Alexa. Ternyata hubungan Alexa dengan Revan memang sedekat itu.
"Kamu suka makan apa ?"
"Apa aja, tante."
Setelah beberapa lama Wanita itu berbincang dengan Septian, Alexa keluar dengan menggunakan kaos putih oversize dan celana training. Alexa tidak tau Septian akan mengajaknya kemana. Jadi ia menggunakan pakaian yang serba bisa di gunakan dimana pun.
"Tante, saya sama Alexa pergi dulu ya." Pamit Septian.
"Iyaa. Hati hati ya."
"Iya, Tante."
~~~~~~~~~~°
"Lain kali bilang dulu kenapa sama gue kalau mau dateng." Alexa memanyunkan bibirnya. Ia masih sebal dengan Septian yang datang tiba tiba.
"Iya, Alexayang."
Alexa spontan melihat Septian. Pria itu bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa. Ia tetap fokus membelah jalan, padahal ia sudah mengeluarkan kata yang berhasil membuat Alexa membeku di tempat.
"Apaan sih, Sep." Alexa membuang wajahnya keluar kaca jendela mobil. Menahan agar sudut bibirnya tidak terangkat.
Septian terkekeh kecil melihat reaksi Alexa. "Orang tua lo kapan pulang ?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Septian Adelio [PRE ORDER]
Romance[OPEN PRE ORDER (@_gentebooks)] "Oke, Alexa, ini sekolah ketiga lo. Jangan sampe lo di keluarin lagi." • • • • • • • • • • • "ADUH GUE GAK BISA, ADA KAKEL BIKIN EMOSI MULU !"
![Septian Adelio [PRE ORDER]](https://img.wattpad.com/cover/220275782-64-k951721.jpg)