Septian, Revan, Adam, Alvino, Jorges, dan Farrel sedang di hukum berdiri menghormat tiang bendera. Mereka ketahuan datang terlambat dan mencoba masuk dengan memanjat pagar belakang sekolah. Mereka menjadi pusat perhatian seluruh siswa SMA Candra Pusaka. Pasalnya mereka di hukum di tengah lapangan saat upacara sedang berlangsung.
"Lo sih, Dam, bangunnya kesiangan." Kata Farrel menyalahkan Adam. Kemarin mereka semua menginap di rumah Septian sambil bermain ps dan menonton bola.
"Enak aja. Jorges tuh mandinya kelamaan." Bantah Adam.
"Kok gue ? Udah jelas jelas lo yang bangun kesiangan." Kata Jorges.
"Bukan gue lah. Kalo lo mandinya cepetan dikit kita pasti ga bakalan telat."
"Harusnya sekalian kita gak usah masuk." Kata Alvino.
"Tau. Ngapain sih, Van, ngajak masuk." Farrel malah menyalahkan Revan.
"Lah kok jadi gue yang disalahin ? Lo pada aja kelamaan manjat pagernya. Jadi ketahuan kan." Revan tidak terima disalahkan.
"Stt, diem. Liat tuh Bu Nuri. Ngeliatin kita kayak singa betina kelaperan." Kata Septian.
Mereka berenam pun berdiri sampai upacara telah selesai.
"EH KALIAN ! MAU KEMANA ?" teriak Bu Nuri menghampiri keenam pria itu.
"Mau ke kelas lah, bu. Kan udah mau masuk." Kata Septian.
"Tidak ! Kalian tetap disini sampai jam istirahat." Kata Bu Nuri.
"Jangan dong, bu. Panas. Nanti kegantengan saya ilang gimana ? Ibu mau tanggung jawab ?" Celetuk Farrel.
"Mau aja lo godain singa betina, Rel." Jorges menyenggol bahu Farrel yang ada di sebelahnya.
"Apa kamu bilang ?" Bu Nuri menghampiri Jorges.
"Ah, engga, bu. Gak bilang apa apa kok."
"Udah, bu, kita mau masuk. Tumben tumben an ini kita pada rajin, bu. Biasa mah boro boro mau masuk." Kata Septian.
"Tidak ada penawaran. Pokoknya saya di sini mengawasi kalian sampai jam istirahat."
"BU LIAT ADA MONYET TERBANG." Teriak Septian sambil menunjuk arah atas. Bu Nuri reflek mengikuti arah tangan Septian.
"CABUTT !!"
Keenam pria itu langsung berlari dengan tawa yang menggelegar.
"SEPTIAN ! REVAN ! ADAM ! ALVINO ! JORGES ! FARREL !" Bu Nuri merasa sangat bodoh karena bisa tertipu dengan ucapan Septian.
~~~~~~~~~~°
Sebelum guru masuk, Alexa memutuskan untuk pergi ke toilet terlebih dahulu. Sepasang tangan menarik tangan kanan Alexa ketika ia hendak kembali ke kelas.
"Ikut gue bentar yuk." Kata Vivian dengan manis.
"Mau kemana, kak ?" Tanya Alexa. Alexa mengenal Vivian karena namanya sering di puja puja sebagai primadona SMA Candra Pusaka.
"Nanti juga lo tau." Kata Vivian. "Nama lo siapa ? Kelas berapa ?"
"Alexa. Kelas XI IPA 2."
Vivian mengajak Alexa ke satu sudut koridor dekat gudang. Koridor itu sangat sepi. Bahkan hampir tidak ada siswa yang lewat karena koridor itu hanya menembus menuju gudang.
"HEH !" Vivian langsung mendorong bahu sebelah kiri Alexa. Hampir saja Alexa terjatuh jikalau ia tidak berpegangan pada satu sisi tembok.
"Gak usah deket deket lo sama Septian !"
KAMU SEDANG MEMBACA
Septian Adelio [PRE ORDER]
Romance[OPEN PRE ORDER (@_gentebooks)] "Oke, Alexa, ini sekolah ketiga lo. Jangan sampe lo di keluarin lagi." • • • • • • • • • • • "ADUH GUE GAK BISA, ADA KAKEL BIKIN EMOSI MULU !"
![Septian Adelio [PRE ORDER]](https://img.wattpad.com/cover/220275782-64-k951721.jpg)