PART 19 : Penasaran

9.7K 635 7
                                        

Suasana pagi di sekolah masih tenang. Belum banyak anak anak yang datang. Alexa berjalan di koridor sembari mengikat rambutnya. Tiba tiba ada seseorang yang menarik ikatannya dan membuat rambut Alexa yang sudah rapi menjadi terurai kembali.

Alexa berhenti dan menoleh ke belakang. "Ih Septian ! Kunciran gue."

Septian melangkah ke samping Alexa. "Kenapa ?"

"Kunciran gue !"

"Kenapa kunciran lo ?" Tanya Septian.

"Ya balikin lah ! Pake nanya lagi."

"Emang buat apa ?"

"Buat nguncir rambut lah. Buat apa lagi." Alexa merasa ini adalah pertanyaan teraneh yang pernah ia dengar.

"Gak usah di kuncir." Septian menyimpan kunciran itu di saku celananya dan meninggalkan tangannya di dalam.

"Kok lo simpen ? Mana sini !" Alexa menarik tangan Septian keluar dari sakunya. "Mana, Septian ?" Di tangan Septian sudah tidak ada lagi kuncirannya. Pasti Septian sudah menenggelamkannya di sakunya.

Septian berjalan mendahului Alexa tanpa berkata apa apa. Alexa mengejar Septian dan mencoba menyamakan langkahnya dengan Septian. Tapi langkah Septian terlalu cepat sehingga membuat Alexa sulit menyamakannya. "Jangan cepet cepet kek jalannya."

Septian menoleh ke arah gadis itu dan memperlambat langkahnya. Kini Alexa sudah berjalan di sebelah Septian.

"Kunciran gue balikin !" Alexa meminta.

"Kan gue bilang gak usah di kuncir."

"Gak mau ! Mana sini !"

"Lo lebih cantik kalo gak di kuncir." Kata Septian. Septian mempercepat langkahnya setelah mengucap kalimat itu. Meninggalkan Alexa tepat di belakangnya.

Alexa reflek menghentikan langkahnya. Satu kalimat yang tak disangka keluar dari mulut Septian. Jantungnya seketika berdebar lebih kencang. Alexa menggelengkan kepalanya. Aneh sekali tapi ia tidak mau memikirkannya.

~~~~~~~~~~°

"Kenapa lo senyum senyum sendiri ?" Tanya Revan duduk di kursi sebelah Septian yang seharusnya merupakan tempat Alvino. Teman temannya yang lain belum datang.

"Gak papa." Jawab Septian. Septian merogoh saku celananya. Mengenggam kunciran Alexa yang tadi ia simpan. Septian menarik kembali tangannya dan menyilangnya di depan dada.

"Van, menurut lo Alexa itu gimana ?" Pertanyaan Septian membuat Revan yang sedang memainkan ponselnya menghadap ke Septian.

"Menurut gue Alexa itu keras kepala. Susah banget di suruh nurut. Tapi kalo lo udah kenal deket sama dia pasti ngerasa beda. Alexa bisa jadi nurut dan perhatian kalo dia udah nyaman sama seseorang." Jelas Revan.

Septian mendengar Revan dengan tatapan serius.

"Kenapa lo tanyain Alexa ?" Tanya Revan. "Suka ?"

"Gue cuma penasaran." Jawab Septian.

"Penasaran doang nih ?"

"Gue gak tau, Van."

"Jangan kecewain dia, Sep. Gue percaya sama lo." Kata Revan menepuk pundak Septian dan berpindah duduk ke tempatnya.

~~~~~~~~~~°

Alexa berjalan kembali ke kelasnya setelah mengumpulkan tugas ke ruang guru. Hari ini guru guru sedang rapat. Karena itu kelas kelas sekarang benar benar dalam keadaan ribut. Tak sedikit pula yang keluar dari kelas atau ke kantin.

Alexa mendapati Revan sedang duduk berdua dengan Irene di bangku luar kelas XII IPA 5. Alexa menatap mereka lama. Menahan perasaannya untuk tetap tenang. Apalagi saat melihat tatapan mendalam yang Revan berikan untuk Irene. Alexa tidak boleh bersikap seperti ini, terutama di depan Revan. Ia tidak mau apa yang Bella katakan kemarin terjadi padanya. Alexa menetralkan perasaannya dan memutuskan untuk menghampiri mereka.

Septian Adelio [PRE ORDER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang