28. SALSHA SAKIT

359 22 4
                                    

KeJujur adalah point tambah untuk mempererat suatu ikatan.

"Gue mau terus terang sama elo." Ungkap Iqbal berbicara pada Bastian.

Iqbal merasa jika dirinya langsung berbicara dengan Aldi, sama saja tidak memiliki rasa malunya.

Memang, memang Bastian dengan Iqbal sudah mulai menjalin hubungan mereka dengan baik. Sangat baik, karna Bastian sudah mulai memaafkan semua yang sahabatnya lakukan.

"Ngomong aja." Jawab Bastian dengan santai, dirinya baru saja selesai menyelesaikan masalahnya dengan Casie dan dengan tiba tibanya, Iqbal mendatanginya.

Okey la, ini memang tidak aneh.

"Gue mau jujur, kalo gue yang membuat hubungan kalian jadi gak baik." Bastian mengangkat kedua alisnya binggung.

Kalian siapa? Siapa yang dimaksud kalian?

"Kalian siapa? Kalo hubungan antara Aldi sama Salsha si, gue udah tahu." Bastian mengendikan bahunya acuh. Semuanya sudah Bastian ketahuni. Namun belum semuanya, iya belum keseluruhannya.

Baru dari Farhan, Fahri, dan Dilla.

Belum dari Iqbal. Jadi semuanya belum cukup.

"Hubungan elo, juga termasuk didalamnya." Jawab Iqbal membuat Bastian terkejut. Apah? Hubungan gue juga termasuk?

"Hubungan gue gimana?" Tanya Bastian yang sudah sangat penasaran. Pasalnya hubungannya dengan Casie sedang banyak sekali perasalahan.

Entah kekasihnya yang aneh, atau memang Bastian yang kurang peka. Tapi Bastian sudah menyadari itu dari jauh jauh hari, tapi Bastian hanya menganggap semua itu acuh.

"Gue akan ceritain dari hubungan Aldi dulu, gue mau elo bilangin sama dia kalo gue bener bener nyesel. Gue bodoh jadi sahabat, awalnya gue emang udah lancang mau rebut Salsha, tapi semua itu gak seburuk yang kalian kira."

"Coba, jelasin pelan pelan. Gue tahu kalo elo salah, tapi menurut informasi yang gue dapet, elo emang berusaha bersatu sama Farhan untuk menyelakai Salsha." Jawab Bastian mengutarakan semua yang Bastian tahu.

"Semua itu salah, gue gak melakukan itu. Semua itu bermula saat gue merasa perasaan gue sama Salsha sedikit agak berontak. Gue pengen dapetin dia, saat gue punya Dilla. Gue pindah untuk menenangkan hati gue, gue berusaha pantau dan gue rancang berbagai cara untuk dapeti Salsha. Tapi saat waktu berjalan, gue sayang masih sama. Gue sayang sama Dilla, istri gue. Tapi waktu mengubah semuanya, Dilla nolak gue. Dan dia bilang, dia suka sama Aldi." Bastian mengangguk mengaku paham.

"Dari situ gue mulai, berencana untuk menghancurkan hubungan mereka. Sebatas hubungan mereka tanpa mengotak atik keluarga mereka satu sama lain. Melalui Farhan, gue buat dia benci Aldi. Gue gagalkan semua bisnis dia demi mendapatkan Dilla kembali. Dengan mengatas namakan Aldi, awalnya gue ragu, tapi gue lakuin demi cinta gue."

"Bagus, peran lo berhasil jadi penghianat Bal." Sahut Bastian yang kesal mendengarkan cerita itu.

Emang ada sahabat yang mengorbankan sahabatnya? Hhhh.

"Tapi lagi lagi waktu yang mengubah segalanya, gue ngaku kalo gue yang neror Salsha, tapi yang sekarang lebih parah itu, Farhan. Gue udah berusaha jujur sama Farhan, tapi dia nolak. Dia masih bersikeras untuk dapetin Salsha."

"Demi obsesinya." Sambung Iqbal yang lagi lagi membuat Bastian melotot tak percaya. Berarti Farhan melakukan itu karna obsesi?

"Gue akan tanggung jawab, tapi dia gak ngebolehin gue untuk ikut andil dalam hal ini. Makanya gue kasih tahu kalian."

2ND LOVE [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang