Aku tahu kalo marah bukan salah satu jalan terbaik, tapi kalau membuatmu sadar dengan kemarahanku. Akan aku lakukan itu lagi, tapi ingat. Tidak untuk selanjutnya.
Salsha menyesal. Dia menyesal sudah memainkan leluconnya tanpa adanya hal yang komuk.Kalau boleh dikata, memang Salsha hanya bercanda. Sebenarkan yang dilakukan Fahri hanya sedikit mengecup bibir Salsha karna tidak sengaja tersandung.
Entah tersandung atau mungkin hanya setingan yang Salsha rasakan memang Fahri sedikit lancang.
Namun, memang banyak sekali rahasia yang Fahri pendam sendirian. Jujur memang Fahri pernah dekat dimasa mereka masih menggunakan pakaian putih abu abu.
Namun hanya mereka berdualah yang mengerti jika jalur percintaannya akan berakhir seperti apa.
Fahri yang memang menganggap Salsha sebagai adik dan Salsha yang menganggap Fahri sebagai kakak. Hanya seperti itu, namun akan berubah jika ada salah satu diantara mereka yang melakukan hal nekat.
Fahri pernah berfikir jika Salsha hanya pantas menjadi adiknya, mungkin hanya masih Fahri pendam karna Farhan yang memang sepupu pura puranya menyukai Salsha.
Semua itu Fahri limpahkan pada adiknya, karna memang Farhan sakit dan membutuhkan cinta yang tulus.
Namun semenjak kelulusannya bukannya mendapatkan hal yang ia inginkan malah membuat Farhan kembali drop. Karna Fahri tahu jika Salsha memang bukan sumber dari kebahagiaan Farhan.
Prioritas Fahri hanya Farhan. Bukan masalah seperti apa dan bagaimana. Bukan masalah mereka kembar atau karna kakak beradik.
Karna Fahri peduli pada Farhan.
*****
Aldi pergi meninggalkan apartemennya dan meninggalkan Salsha yang juga ada didalam apartemen itu sekaligus.
Entah apa yang membuat Aldi marah, yang pasti jika berurusan dengan Salsha, ya karna Salsha hanya miliknya.
Orang lain boleh melirik Salsha, usahakan jangan memegang. Tapi tadi Salsha bilangnya dia yang mencium Fahri. Bahkan sampai membalas ciuman mereka satu sama lain.
Saling bertukar siliva dan aahhhh... Aldi tidak bisa memikirkan jika mereka melakukan hal lebih dari itu kepadanya Salsha.
Hanya Aldi yang boleh, tidak untuk orang lain. Aldi paling anti dengan orang lain, karna Salsha hanya untuknya.
Setelah meninggalkan Salsha diapartemennya hampir satu hari penuh, Aldi memberanikan diri untuk pulang. Dia memasuki apartemennya dengan menekan pin pintu apartemennya dan memasukinya.
Aldi tidak melihat diruang tamu dan sekitarnya, dan sekarang Aldi memberanikan diri untuk memasuki kamar mereka.
Aldi membuka knop pintunya dengan sangat hati hati. Aldi takut jika Salsha terbangun dalam tidurnya, karna sekarang sudah melebih jam satu pagi.
Melihat Salsha yang sudah tertidur, Aldi kembali merebahkan dirinya disamping Salsha. Entah karena apa begitu banyak cobaan mendapatkan manusia berparas cantik seperti Salsha.
Aldi menarik selimut sebatas perut pada Salsha, Aldi cium bibir yang sempat berciuman dengan pria lain itu, untuk menghilangkan bekas ciuman mereka.
Jika ada yang bertanya apakah Aldi cemburu, ya pasti cemburu la.
Tidak ada pria yang tidak cemburu saat wanitanya disentuh bahkan dicium oleh pria lain.
"Mimpi indah sayang, maaf aku tadi kelepasan." Aldi kembali memagut bibir kekasihnya lembut dan menciumnya sekilas dan merebahkan tubuhnya menyusul Salsha tidur.

KAMU SEDANG MEMBACA
2ND LOVE [END]
Teen FictionBLURB, PART 1 SAMPAI PART 50 LIMIT COMFORT. Menjalani hubungan dari masa SMA sampai keduanya memegang saham dan menjadi penerus keluarga, hingga masa sulit perkuliahan membuat keduanya semakin dekat. Tidak ada keinginan berpaling, melepaskan, atau b...