32. MEMBERI CINCIN

381 23 3
                                    


Senggol dikit bacok, colek dikit bacok, megang dikit bacok, ya gini la kalo punya pacar over protective.


"Pa."

Dirga menengok saat anak semata wayangnya memanggilnya. Aldi sudah selesai bekerja, dan Aldi sekarang mendapat tugas untuk menjaga papanya sebentar.

Karena, mama dan Salsha sedang pergi ke salon. Bilangnya si mau keramas, tapi ya namanya juga perempuan janjinya 2 jam udah hampir 4 jam mereka berdua belum pulang juga.

Aldi dan Salsha memutuskan pulang kerja jam 4 sore, dan mereka semua ditugaskan menjaga orang tua mereka untuk menjaga papa secara bergantian. Kadang Salsha, kadang Aldi, kadang Adrin juga.

Mereka menjaga papa berpasang pasangan. Salsha sama Mama, Adrin kadang sendiri kadang sama bunda, dan Aldi sendirian.

Sekarang papa dan anak sedang saling bercerita, entah urusan kerja maupun hal kecil apapun. Kadang Dirga bercerita tentang masa mudanya, dan Aldi juga senang bercerita tentang penilaian Aldi mengenai Salsha, tentang sifat manjanya, pemikirannya, ya masih banyak lagi.

"Gimana menurut papa tentang hubungan Aldi sama Salsha, Aldi mau ******** Salsha, tapi mama masih gak mau kalo aku ngelahuin itu. Apa Aldi buat rencana Aldi sendiri? Aldi takut buat mama kecewa sama Aldi." Dirga tertawa kencang, sedewasa apapun anaknya. Aldi tetaplah anak dewasa yang masih membutuhkan arahan dari orang tuanya.

"Kenapa papa ketawain Aldi si, Aldi bingung nih." Aldi mencebikan bibirnya kesal, rasanya Aldi sedikit agak percuma meminta saran pada papanya.

Padahal biasanya papanya sangat serius jika Aldi meminta saran saat mengurus pekerjaan dikantor, dan kenapa sekarang Aldi diketawain sama papanya?

"Haha, bentar papa berhentiin ketawa papa dulu." Dirga normalkan nafasnya sejenak sebagai tanda istirahat, dan setelahnya dia berbicara.

"Sebenarnya, kamu berhak melakukan hal itu. Tapi kalau acara yang benar benar diakui dalam dua keluarga, kamu memang harus mengikuti acara yang mama pengen."

"Kamu boleh ******** Salsha, tapi kamu juga harus ******* Salsha ulang dihadapan keluarganya. Jadi kamu bisa melakukan itu tanpa harus mendapat kemarahan mama kamu." Dirga menjawab menurut arah pandangan matanya tanpa mengucapkan hal apa yang sedang mereka bahas.

Inget ya, ini rahasia buat Salsha. Jadi Salsha gak boleh tahu.

"Tapi pa, bukannya ******* ulang sama aja gak romantis, buang buang duit aja. Lagian kalo beli cincin dua juga gak akan Salsha pake. Dia kan gak suka sama barang yang keliatan glamor." Sahut Aldi yang sedikit keberatan.

Digra kembali terkekeh, anaknya memang masih benar benar baru. Masih kecil dan tidak tahu mengenai cinta, dan beruntungnya Aldi memiliki papa si pakar cinta ini.

"Gini." Dirga membenarkan posisi duduknya, dan Mengelus bahu anaknya untuk lebih mendekat.

Jangan sampai ada yang tahu rahasia ini, terlebih lagi yang baca.

"Cewek itu bahagia saat pasangannya membuat dia tersenyum bahkan bulshing setiap saatnya, dan itu terbukti sama mama kamu. Bertambahnya umur mama kamu masih sama seperti cewek pada umumnya. Mama kamu masih cewek yang suka dibuat bahagia, dan banyak banget yang papa buat untuk membahagiakan mama kamu. Dan harusnya kamu nurunin gen papa yang satu ini, jangan malah pusing gak bisa bikin cewek kamu gak bahagia."

Aldi menganga tak percaya, Aldi kira akan dikasih wejangan atau acara menggoda Salsha, dan ternyata malah kena omel?

"Bentar pa, maksud papa Aldi harus buat Salsha bahagia? Salsha udah bahagia sama Aldi, jadi jangan khawatir. Aldi yang selalu dideket Salsha udah buat Salsha bahagia kok." Jawab Aldi santai, tidak menyadari jika Dirga sudah melotot tidak percaya.

2ND LOVE [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang