Sumilire angin dalu iki Kelingan esemu dek wingi Tansah kegowo nganti saiki Ra bisa ilang nganti kegowo mimpi
.
Malam itu Jaemin berdiri menghadap langit dari jendela kamarnya. Senyum tercetak jelas dari bibir tipisnya. Kelopak matanya berkedip lambat, membayangkan senyum indah yang sampai kini masih terlihat jelas diingatannya.
"Aku sayang kamu" begitu kalimat yang meluncur ringan sebelum bibir itu melengkung indah membentuk senyuman.
Pipinya bersemu merah muda. Rasanya hangat, dan menyenangkan. Bahkan hanya karena membayangkan kembali pun rasanya tetap sama.
Mark namanya, laki-laki tampan yang berhasil mencuri hati Jaemin.
Masih teringat dengan jelas dikepala Jaemin bagaimana laki-laki itu mengucapkan kalimat-kalimat yang mampu memacu degup jantungnya. Pun tangannya yang tidak bisa sedetik pun terlepas dari genggaman.
"Ayo menikah"
.
Wis suwe aku ngenteni kowe Nganti saiki iso dadi siji Mung kowe sing purun nompo apa kahananku Matur suwun tresnamu mung kanggo aku
.
Jaemin ingat betul bagaimana perjuangannya untuk sampai di titik ini. Jaemin tau dari awal perjalanannya bersama Mark memang tidak akan mudah. Dan semua itu terbukti dari awal mereka memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan.
Waktu itu hubungan mereka baru berjalan dua bulan, dan Mark harus meninggalkan Jaemin. Pergi jauh ke negeri seberang untuk mencari uang. Jaemin paham betul, waktu itu keadaan memang tidak memungkinkan untuk Mark tetap bersamanya.
Jaemin harus rela berbulan-bulan tidak bertemu dengan Mark, bahkam saling menghubungi pun jarang. Namun hubungan mereka tetap berjalan sampai dua tahun kemudian Mark memutuskan untuk kembali.
Hubungan mereka kembali diuji dengan kedua orang tua Jaemin yang kurang setuju dengan Mark. Namun baik Jaemin maupun Mark tetap berusaha untuk meyakinkan orang tua Jaemin. Dan setelah hampir tiga bulan Mark berjuang, orang tua Jaemin merestui keduanya.
Ujian mereka belum berakhir. Masih banyak ujian yang mereka hadapi setelah itu. Tapi karena kesabaran dan kepercayaan yang mereka bangun masing-masing, akhirnya mereka sampai dititik ini.
Ini memang bukan akhir, tapi ini adalah awal yang baru untuk memulai hidup baru yang lebih baik.
.
Pengenku siji nyandhing kowe selawase Ra ono wong liyo sing iso misahake Cukup sliramu gawe atiku tenang Ra bakal ilang mergo kowe sing tak sayang
.
"Terima kasih" hanya kata itu yang mampu terucap dari bibir tipis Jaemin. Tidak tau harus berkata apalagi dengan Mark yang kini bersamanya, menerimanya dengan sepenuh hatinya.
"Aku dan kamu sekarang sudah bersama. Kita akan melalui senang dan sedih bersama" Mark menggenggam lembut telapak tangan Jaemin, sambil dia kecupi punggung tangan itu.
"Aku tidak akan menjanjikan kebahagiaan kalau kamu bersamaku, tapi aku akan berusaha membuatmu bahagia waktu bersamaku"
Ya, tidak ada yang Mark janjikan sewaktu melamarnya dulu. Karena Mark sadar dia hanya manusia biasa yang setiap saat bisa melupakan janjinya.
"Aku tidak perlu janji manis kalau semua itu cuma berupa janji. Dari pada kamu berusaha sendiri membuatku bahagia, lebih baik kita bersama-sama membangun kebahagiaan kita"
Lebih baik bahagia bersama.
Jaemin selalu bisa membuat Mark merasa tenang dengannya.
...
Siapa yg ambyar, kayak cerita ini yg malah ambyar kemana2 🤧 Sampai sekarang aku masih sering nanya ke diri sendiri, ini habis kepentok apaan bisa nulis beginian🤕
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.