First Love [LuChan]

113 14 2
                                        


...

Jam sebelas malam Haechan baru sampai di studio sewaannya. Perutnya kenyang, kepalanya agak pusing karena alkohol, badannya benar-benar sangat lelah.

Maunya Haechan langsung saja merebahkan badannya di kasur. Tapi Haechan baru ingat kalau dia belum mandi dari kemarin. Tadi pagi Haechan kesiangan, jadi tidak sempat mandi ataupun sarapan. Cukup cuci muka dan gosok gigi, Haechan langsung saja berangkat ke agensi tempatnya bekerja.

Haechan menghela napas kasar. Kalau hari ini dia tidak banyak berkeringat dia tidak ingin mandi.

Dulu biasanya ada yang menyeret Haechan untuk mandi, kadang juga membantunya mandi. Menyiapkan baju sekaligus membantu memakainya.

Tapi itu dulu, mungkin satu tahun yang lalu. Semuanya sudah berlalu dan Haechan sekarang sendiri.

Hah. Kenapa anak tangganya banyak sekali. Haechan seperti tidak akan sampai di lantai empat tempat tinggalnya. Padahal kakinya sudah sangat lelah.

Sedikit lagi dia sampai, berbelok ke kanan dan tempat tinggalnya ada di ujung koridor. Tapi laki-laki tinggi dengan hoodie abu-abu yang berdiri di depan pintu studio sewaannya menghentikan langkah Haechan.

"Kak Lucas?"

Yang dipanggil namanya menoleh. Samar-samar Haechan melihat wajah yang setengah tertutup topi itu terkejut. Tangannya yang akan memencet bel menggantung begitu saja. Kotak kuning berukuran sedang tergeletak di lantai di samping pintu. Haechan tau itu logo toko kue terkenal di kota ini.

"Maaf"
Lucas beranjak akan pergi. Satu-satunya jalan yang harus dia lewati adalah tangga tempat Haechan berdiri. Dan sebelum Lucas sempat melewatinya, Haechan mencegahnya.

"Kak Lucas gak mau mampir dulu?"

.

Haechan baru keluar dari kamar mandi, sedikit menggigil karena keran air panasnya mati beberapa hari lalu. Tapi penampilan Haechan sudah lebih segar, meski sisa mabuk masih tercetak jelas diwajahnya.

Rasa hangat tiba-tiba menyelimuti punggungnya. Lucas menyampirkan selimut di pundak Haechan.

"Jangan dibiasakan mandi malam pakai air dingin, nanti kamu bisa sakit"

Haechan tidak mau menjawab.

Keduanya kini duduk berhadapan di atas karpet. Diantara mereka ada meja kecil dengan kotak kue yang belum juga tersentuh. Haechan segera membukanya. Itu kue coklat dengan tulisan selamat ulang tahun diatasnya.

Lucas masih ingat hari ulangtahunnya.

"Kenapa" Lirih Haechan.

Lucas tidak menjawab. Kepalanya menunduk tidak tau harus berkata apa.

Haechan mengambil lilin ynag direkatkan di kotak. Menancapkan di atas kue lalu menyalakannya. Tidak ada satupun rekan kerjanya di agensi yang ingat dengan hari ulang tahunnya. Bahkan dirinya sendiri.

Tapi laki-laki yang bahkan sudah tidak memiliki hubungan lagi dengannya ini masih mengingatnya. Ini seharusnya tahun kedua Haechan merayakan ulangtahunnya sendiri. Tahun lalu Haechan mendapat kiriman kue ulang tahun, dan Haechan terpaksa merayakannya sendirian.

Setelah membuat permohonan kecil Haechan meniup lilin. Lucas mendongak. Keduanya masih betah berdiam. Bahkan setelah Haechan menyodorkan potongan kue besar di hadapan Lucas.

"Maaf" Lucas membuka suara. Haechan masih menikmati kue coklat yang dia makan dengan tidak berselera.

"Makasih masih ingat ulangtahunku. Berkat kamu aku jadi ingat kalau hari ini aku ulang tahun" Haechan kembali menyuap potongan kue yang krimnya meleleh di mulut.

"Haechan, aku masih sayang kamu" lirih Lucas dengan nada putus asa.

"Mama kamu gak suka kalau kamu sama aku" Haechan menjawab dengan tegas. Jujur perasaannya masih sama seperti tiga tahun yang lalu.

Perasaan Haechan tidak pernah berubah dari awal mereka menjalin hubungan. Meski mereka sering bertengkar tapi Haechan merasa nyaman dengan kehadiran Lucas.

Lucas pun sama. Tatapan matanya masih sama dengan tiga tahun lalu. Tatapan memuja Haechan. Tatapan sayang yang hanya Lucas berikan untuk Haechan.

"Aku keluar dari rumah"

Haechan menghentikan gerakannya. Lucas sangat menyayangi ibunya. Tidak pernah Haechan kira dia akan meninggalkan ibunya begitu saja.

"Aku udah keluar dari segala peraturan konyol mami. Aku mau sama kamu, Chan"

Haechan diam. Menatap piring berisi potongan kue yang tinggal setengah. Haechan juga ingin. Tapi Haechan takut ibu Lucas akan kembali menemuinya dan memutuskan hubungan keduanya.

Punggung tangan Haechan menghangat. Lucas menggenggamnya. Tangan besar itu masih terlihat cocok dengan jari-jari panjang Haechan.

"Maaf selama ini aku buat kamu kecewa. Aku baru punya keberanian sekarang. Ayo kita mulai lagi semuanya dari awal. Kita berdua. Gak ada kata mami lagi"

Kepala Haechan penuh. Pandangannya sedikit berputar. Haechan tidak bisa berpikir jernih. Sisa alkohol di tubuhnya mengambil alih. Bangkit memutari meja kecil dan mencium Lucas.

Mereka berciuman. Lucas memang sedikit terkejut. Tapi setelah sadar tangannya memeluk pinggang Haechan yang sudah menumpukan beban tubuhnya di pangkuan Lucas.

Rindu. Keduanya benar-benar merindukan momen yang seperti ini. Haechan yang duduk dipangkuan Lucas dan bibir mereka yang menyatu menyalurkan rasa sayang.

.

Haechan terbangun, kepalanya kembali terasa pusing. Sisa mabuknya semalam masih ada. Ah, Haechan ingin makan ramen pedas.

Kelopak mata Haechan terbuka sedikit. Matanya menangkap kotak kue yang masih tergeletak di meja kecil ditengah ruangan. Semalam dia tidak bermimpi. Ciuman Lucas di bibirnya bukan khayalan Haechan semata. Malam panas yang mereka habiskan juga bukan fantasi karena Haechan terlalu merindukan laki-laki itu.

Tapi ruangan kosong yang menyisakan dirinya membuat Haechan kembali berpikir. Atau semuanya memang mimpi.

Haechan hampir tertidur begitu pintu studio sewaannya dibuka. Disana Lucas masuk membawa kantong kresek besar ditangannya. Hoodie abu-abu yang semalam Lucas kenakan juga masih melekat ditubuh tingginya.

"Oh, kamu udah bangun? Aku beli ramen di minimarket. Kamu kan suka makan mie pedas kalau habis mabuk"

Haechan diam. Tapi perasaannya melega. Ternyata bukan mimpi. Lucas yang kembali di kehidupannya bukan khayalannya. Maka Haechan segera membuka kedua lengannya untuk dipeluk.

Lucas tidak terlihat keberatan. Setelah menaruh belanjaannya di pantry dapur, Lucas memeluk dengan hangat Haechan yang kembali manja kepadanya.

"Manja banget sih beruang ini"

...


Halo kita ketemu lagi, apakabar kalian? Masih ada yg suka sama cerita hyuckhei? Bawaannya kalo inget hyuckhei jadi mello, sedih krna udah gk ada momen lagi
Semoga kalian suka❤️

Babay, terimakasih ✌️

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 23, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Tentang KitaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang