Aku melihat meja makan appartemen Jihyo penuh dengan masakan rumahan yang jarang sekali aku makan akhir-akhir ini
"Kau yang memasak ini semua?" Tanyaku yang kini sudah duduk
Jihyo masih didapur sedang mengambil beberapa makanan lagi, padahal makanan yang sedang dihadapanku saja sudah cukup banyak
"Bukan, ini kiriman dari eomma, aku yang meminta. Aku mana sempat memasak Yoon, promosiku belum selesai"
Aku hanya mengangguk paham, dia masih sibuk dengan promosinya, aku saja tadi sempat terheran tidak percaya kalau dia mengajakku bertemu, padahal sudah dua minggu dia jarang ada kabar
"Ayo makan, aku menyuruh eomma memasak makanan kesukaanmu" Jihyo mengambilkan aku nasi dan segala jenis makanan yang aku sendiri bingung harus makan yang mana dulu
"Kau tidak makan?" Tanyaku karena ku lihat tidak ada mangkok nasi atau apapun didepannya, dia sedari tadi malah memperhatikanku
"Nanti saja, aku juga sedang diet" jawabnya membuatku harus memperhatikan dirinya benar-benar
"Kau sudah kurus, kenapa berdiet segala?" Tanyaku
"Iya akhir-akhir ini napasku sering tidak nyaman saat bernyanyi" jelasnya membuatku khawatir
"Kau sakit?" Tanyaku seketika, dia membuatku cemas
"Tidak Yoon, hanya saja aku kurang berolahraga dan beratku naik, jadi itu sebabnya aku sedikit tidak nyaman saat bernyanyi" jelasnya tapi jujur saja aku masih khawatir
"Sungguh? Kau sudah memeriksakan dirimu?"
"Sudah astaga Yoon, aku baik-baik saja, sudah lebih baik kau makan yang banyak sekarang. Kau tambah kurus" Jihyo menambahkan daging dimangkok nasiku
"Kau becanda Hyo? Pipiku saja bengkak begini kau bilang kurus? Kau mau mengejekku?" Jihyo tertawa
"Tidak sayang ayo makan" ucapnya lembut
"Kau juga makan, buka mulutmu" aku memaksanya untuk makan
"Yoon, aku nanti sa--"
"Buka mulutmu atau aku juga tidak mau makan" ancamku dan akhirnya dia menurut padaku
"Katakan terimakasih pada eommamu, makanannya sangat enak" ucapku tulus
"Kau ucapkan sendiri jika eommaku kesini" balasnya
"Eommamu akan kesini? Kapan?"
"Katanya sih minggu depan, eomma rindu anak laki-lakinya katanya" godanya
"Begitukah? Eommaku saja tidak pernah rindu padaku" balasku dan kulihat Jihyo tersenyum
"Yoon" pandanganku teralih padanya saat dia memanggilku dengan nada yang serius
"Wae?" Tanyaku menghentikan aktivitasku
"Kau senang dengan aku yang seperti ini?" Tanyanya tiba-tiba
"Maksudmu?" Aku meneruskan lagi makanku, aku sebenarnya paham kemana arah pertanyaannya itu
"Ya, apa kau senang dengan aku yang sekarang? Aku bukan Jihyo yang dulu, aku sadar itu, aku sadar kalau aku sudah berubah" jelasnya
"Berubah seperti apa yang kau maksud?" Tanyaku masih tak ambil pusing dengan pemikiran Jihyo yang random seperti ini
"Kau pasti merasa juga kan aku sekarang seperti apa? aku semakin ambisius dalam segala hal, apa yang aku inginkan aku juga ingin mendapatkan itu. Aku bukan Jihyo yang kau kenal dulu"
Aku meletakan sumpitku, dan aku meminum air yang sudah disediakan Jihyo untukku
Aku memandangnya dan dia juga masih menatapku, menunggu responku
