43. Stress Out 2

2.2K 272 67
                                        

"Kau tidak pulang hyung?" Tanya Jungkook yang melihat Yoongi masih distudio, padahal kerjaan sudah selesai.

Yoongi tidak merespon, dia masih asik dengan dunianya sendiri. Duduk bersandar dikursi kebesarannya sambil menutup mata merefleksikan apa yang sudah terjadi hari ini.

"Jihyo sudah kuantar pulang dengan selamat. Dia juga sudah makan enak dan banyak." Lapor Jungkook tanpa Yoongi minta.

"Eumm gomawo." Ucap Yoongi masih pada posisi yang sama.

"Hyung tidak pulang?" Tanya Jungkook sekali lagi.

"Entahlah."

"Dia sekarang sedang butuh seseorang yang dia harapkan berada didekatnya dan memeluknya memberikan kenyamanan. Dan kau tahu kan siapa seharusnya seseorang itu?" Tanya Jungkook.

"Siapa?" Tanya Yoongi membuat Jungkook kesal.

"Ck! Kenapa bertanya sih hyung! Ya jelas kau lah!"

Yoongi tertawa miris.

"Kita baru saja bertengkar, dan kau pikir Jihyo sudi kutemani dan kupeluk hah?" Tanya Yoongi.

"Mungkin awalnya tidak, tapi yang namanya wanita pada umumnya ingin diperjuangkan dan dikejar, mungkin mulutnya bilang tidak mau atau menolak, tapi sebenarnya mereka butuh itu hyung."

"Jihyo itu bukan wanita pada umumnya Jeon Jungkook! Jangan samakan!"

"Tapi bagaimanapun Jihyo juga wanita, dia butuh seseorang untuk melindunginya, dia butuh sandaran hyung. Dia lemah didalam."

Yoongi tidak langsung merespon.

"Hari ini Jihyo sudah melewati batas. Dia sudah membuat kepalaku ingin meledak."

"Hyung, segala sesuatu terjadi untuk sebuah alasan. Jihyo tidak mungkin seperti itu kalau tidak ada alasannya hyung." Bela Jungkook.

"Iya, tapi tetap saja Jihyo salah." Kekeuh Yoongi.

"Iya terserah kalau memang menurutmu salah. Tapi apa kau akan mengabaikan Jihyo?"

"Siapa yang mengabaikan siapa Kook? Aku hanya memberinya waktu untuk berpikir akan kesalahannya."

"Tapi tidak dengan membiarkannya sendirian kan hyung? Kasihan Jihyo, dia tidak ada siapa-siapa untuk merengkuhnya. Hanya kau yang dia andalkan, tapi kalau kau begini bagaimana perasaan Jihyo. Dia kesepian." Melas Jungkook.

***

Yoongi pulang, dia menurut pada Jungkook. Yoongi sampai diappartemen Jihyo pukul 3 dini hari, dan tentu saja Jihyo sudah tidur.

Perlahan Yoongi menuju kamarnya dan Jihyo, Yoongi menghela napas berat melihat Jihyo tidur meringkuk seperti itu. Jungkook benar, Jihyo kesepian. Yoongi duduk disisi Jihyo sedang tertidur membelakanginya.

"Aku pulang. Maaf untuk hari ini." Bisik Yoongi sembari mengelus lembut kepala Jihyo.

Takut Jihyo terbangun, Yoongi segera menghentikan aktivitasnya itu, dia segera membersihkan dirinya supaya bisa menyusul Jihyo kealam mimpi.

Tringg!!

Yoongi sedikit tekejut ternyata ponselnya tidak dia silent. Ada pesan masuk untuknya, dari Namjoon. Yoongi harap ini bukan masalah kerjaan. Dia sungguh ingin libur beberapa hari setelah tenaganya dikuras habis-habisan selama seminggu untuk deadlinenya.

Line

Namjoon
Itu video Jihyo dan Suran, seorang trainee merekamnya lumayan dekat, video ini lebih jelas dari video yang lain.

StayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang