Yoongi menghela napasnya melihat Jihyo masih menangis walaupun tak sekeras tadi. Yoongi meletakan gelas berisi air yang dia bawa dari dapur di nakas samping tempat tidur.
"Sudah jangan menangis, ayo pakai bajumu dulu." Ucap Yoongi lembut mencoba membujuk Jihyo.
Jihyo rupanya masih ingin menguji kesabaran Yoongi.
"Turuti selagi aku masih bicara dengan baik. Ayo pakai bajumu dan berhenti menangis." Yoongi sedikit meninggikan suaranya agar tidak kalah dengan tangisan Jihyo.
Baiklah, Jihyo memang keras kepala. Dia bahkan tidak takut sama sekali dengan Yoongi yang bisa saja marah padanya.
Yoongi berdecak kesal, dia frustasi.
"Berhenti menangis dan pakai bajumu sayang." Yoongi melembutkan suaranya menjadi penuh kasih dan perhatian.
"Ayo aku bantu kau pakai baju. Sekarang bangun dulu." Yoongi dengan pelan menarik tubuh Jihyo yang enggan untuk bangun.
Jihyo langsung memeluk Yoongi dan menangis dipelukan Yoongi.
Yoongi sekarang paham, Jihyo ingin dimanja rupanya. Yoongi langsung membalas pelukan Jihyo dengan hangat, dia bahkan mengusap lembut punggung Jihyo yang tidak berbusana itu.
"Aku menyakitimu ya?" Tanya Yoongi tapi Jihyo tak merespon, dia masih terisak.
"Maaf karena tadi membentakmu, kau itu kadang harus dibentak dulu biar paham. Maaf kalau itu membuatmu terluka." Lirih Yoongi meminta maaf.
"Maafkan aku. Saranghae." Bisik Yoongi tepat ditelinga Jihyo.
Mendengar itu, pelukan Jihyo dipinggang Yoongi makin mengerat, dia tidak mau kehilangan Yoongi.
"Pakai bajumu setelah itu kau bisa memelukku lagi. Kau akan sakit kalau seharian tidak pakai baju." Bujuk Yoongi tapi Jihyo masih enggan.
"Park Jihyo." Yoongi mencoba melepaskan pelukan Jihyo ditubuhnya.
"Nanti saja~." Rengek Jihyo tak mau dilepaskan. Lagi-lagi itu membuat Yoongi menghela napasnya berat.
"Ya sudah sini." Yoongi mengajak Jihyo untuk tidur kembali agar posisi mereka sama-sama nyaman.
Yoongi membetulkan letak selimut agar menutupi tubuh Jihyo sehingga Jihyo tidak merasa dingin.
"Mau minum?" Jihyo menggeleng dipelukan Yoongi.
Yoongi merapikan rambut Jihyo yang berantakan dengan telaten. Sesekali dia mencium puncak kepala Jihyo serta menghirup dengan dalam wangi sampo Jihyo.
Sesekali Jihyo sesegukan akibat menangis cukup lama.
"Menangis sampai sesegukan. Seperti anak kecil saja." Ledek Yoongi. Jihyo tidak peduli, dia masih betah berada dipelukan Yoongi.
Tanpa sadar Jihyo malah tertidur, entah efek lelah karena menangis sampai meraung-raung tadi atau nyamannya pelukan serta usapan sayang dari Yoongi.
***
"
Besok saja, aku sekarang tidak bisa pergi."
"Wae? Kau sakit hyung? Atau Jihyo yang sakit?"
Yoongi malas sebenarnya menjelaskan ini, tapi Namjoon kalau belum dapat jawaban belum mau menyerah, entahlah mengapa sekarang Namjoon jadi ingin tahu sekali urusan orang.
"Tidak, hanya saja ingin berdua dengan Jihyo disini. Sudah yah, sampaikan maafku pada Suran noona, maaf aku tidak jadi menemui dia hari ini." Jelas Yoongi.
