Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku terus menghirup aroma dari tubuhnya yang sangat aku rindukan. Kami memutuskan untuk tidur berpelukan setelah melewati perdebatan yang cukup panjang. Aku sudah bilang, Jihyo bukan wanita yang mudah untuk diajak negosiasi. Dia bukan tipe wanita penurut l, Jihyo wanita banyak pertimbangan, serta keras kepala
"Eunghhh" Jihyo melenguh merubah posisinya membelakangiku, itu membuat pelukanku terlepas
"Dingin" aku kembali memeluknya dari belakang serta merapatkan selimut ditubuh kami saat dia meracau dalam tidurnya
"Maaf" bisikku lirih setelah kuberi dia kecupan dipundaknya
Flashback on
"Jika kau datang hanya mengajakku berdebat, lebih baik kau pulang! Aku lelah sekali hari ini"
Baru juga mau melepas sepatu aku sudah diusir, apa gunanya dia mengijinkan aku masuk tadi, tapi aku tidak peduli, aku masuk saja lalu mengambil sebotol air putih didalam kulkasnya
"Duduklah" perintahku saat aku sudah duduk di counter dapur dengan botol minum yang tinggal setengah, Jihyo yang tengah melepas jaketku merasa bingung
"Aku bilang duduk Hyo, aku juga sama lelahnya sepertimu, ayo duduk kita bicara baik-baik"
"Bicara apalagi? Bukannya semua sudah selesai? Percuma Yoon, bagaimanapun kita bicara kita akan berakhir saling berteriak satu sama lain, dan pada akhirnya kau meninggalkan aku lagi"
Aku memejamkan mata mengatur laju napasku
"Duduk atau ku bopong kau kekasur!" Ancamku
Setelah dia menghela napasnya kasar, akhirnya dia mau duduk juga
Kami saling diam, dia menatapku dan akupun balik menatapnya, aku rindu dengan tatapannya yang dulu selalu hangat dan menyenangkan padaku, kau kenapa berubah Hyo?
"Kau dari mana?" Tanyaku memecah keheningan, bukannya menjawab dia malah berdecak kesal dan memutus kontak mata denganku
"Ini yang mau kau bicarakan?" Tanyanya sinis. Kuhela napasku entah ini yang keberapa kalinya
"Aku mengijinkanmu bermain drama"
Dia langsung menatapku tak percaya, bahkan kulihat bola matanya semakin membesar, aku tahu dia akan berekspresi seperti itu
"Kau mengigau? Kau habis minum berapa botol soju Yoon? Kau mabuk?" Dia masih saja sinis
"Aku serius, aku memberimu kebebasan sekarang" ucapku seserius mungkin agar dia percaya. Kulihat dia tersenyum sinis
"Jadi kau mau kita benar-benar berakhir yah?" Tanyanya
"Maksudmu?"
"Kau memberiku kebebasan itu sama saja kau mau hubungan kita berakhir kan? Kau kenapa sebegini egoisnya Yoon? Aku sudah mengalah menuruti keinginanmu, tapi apa kau akan terus begini?!" Nada bicaranya meninggi