Syifa berjalan dengan senyum yang merekah di bibirnya. Ia berusaha berjalan bersejajar dengan Naufal menuju ke kelas mereka masing-masing. Tapi itu sangat sulit karena Naufal menghiraukan Syifa dan terus berjalan dengan sangat cepat.
"Huh" Dengus Syifa kesal saat Naufal sudah masuk ke kelasnya. Ia terus berjalan hingga masuk ke dalam kelasnya. Masih terlihat sangat sepi, hanya ada beberapa murid yang masuk "Ah dua kecebong belum masuk" Ucapnya setelah menaruh tas di atas mejanya.
Ia berjalan keluar kelas dan menuju kantin sekolah. Karena ia tadi tidak sarapan terlebih dahulu, akhirnya ia berencana akan membeli batagor Bu Yuli. Ia berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ke kantin yang ia biasa kunjungi. Langkahnya terhenti saat seorang pria berlawan arah berhenti tepat didepannya.
"Gue tadi ke rumah lo, terus bik Sarmi bilang lo udah berangkat ke sekolah" Ucap Adit menatap Syifa "Naik apa?"
"Astaga Dit?! Gue lupa bilang ke lo! Maaf banget, jadi ngga enak. Oh iya lo ngga perlu lagi repot-repot jemputin gue setiap hari kok. Soalnya mama sama papanya Naufal udah sepakatin Naufal jemput sama nganter gue..." Jelasnya kepada Adit.
Adit sedikit terkejut dengan pernyataan Syifa "Naufal?"
"Hmm, ya udah Dit gue ke kantin dulu ya" Ujar Syifa berjalan melewati Adit menuju ke kantin.
Adit tidak menjawab sepatah kata apapun, dia hanya melihat tubuh Syifa yang perlahan tidak ada lagi di penglihatannya "Kenapa harus Naufal?"
***
"Lo pacaran sama Naufal?" Ucap Shireen ketika baru saja duduk di sampingnya.
Syifa menatapnya dengan tatapan mata yang bingung "Hah? Kata siapa?"
Shireen memutarkan bola matanya "Nih" Ia memberikan ponselnya kepada Syifa melihatkan foto ia dan Naufal yang ada di parkiran bersama satu motor pagi tadi "Lo jadi trending topik di SMA"
Ia terlihat sangat kaget "Lebay banget!" Ucapnya setelah banyak yang mengomentari fotonya dengan Naufal "Gini aja viral" Banyak sekali beberapa komentar yang diberikan oleh para siswi-siswi yang merasa tersaingi.
"Udah pacaran dia?"
"Gilak! Cowok gue woi😭"
"Kemarin sama kakak Naufal sekarang sama Naufal nya"
Syifa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat komentar siswi SMA ARCANA "Hm bagus sih kalo mereka ngira gue pacaran sama Naufal" Ia tersenyum licik "Kan jadi ngga banyak saingan terus ada yang beberapa mundur alon-alon"
"Jadi kalian ngga pacaran?"
"Yah ngga lah kecebong, ya kali cepet banget gue ambil hatinya. Jadi pengagum rahasia aja baru sehari"
Shireen mengangguk-ngangguk mengerti "Eh iya, terus kenapa lo bisa boncengan sama dia?"
"Itu.. kan semalem mama gue ngajakin gue ke restoran katanya mau makan malem sama keluarga temannya. Gue kaget bukan main woi! Ternyata temen mama gue om Rahman terus om Rahman sama Naufal. Gue seneng tapi malu-malu" Ucapnya memikirkan kejadian semalam yang membuat ia tersenyum "Terus om Rahman nyuruh Naufal buat anter sama jemput gue, tapi gue tolak dulu nih, gue bilang nanti ngerepotin"
"Heh, padahal mau fly kan lo semalem?" Potong Shireen.
"Bisa aja lo, lanjut ya? Terus kata om Rahman ngga ngerepotin kok, yah ngga Fal? Eh Naufal nya ngelamun woi! Om Rahman bilang dia ngeliatin gue mulu semalem! Ah mau nangis gue! Ternyata bukan gue aja yang ngerasa kalo semalem pas gue baru sampai sama mama gue dia udah ngeliatin gue. Lo tahu kan? Ini lah saatnya ku harus berubahhhhh! I want to be a... Apa ya? Ya masa fuckgirl? Ngga banget" Ucapnya sedikit dengan nada bernyanyi.
KAMU SEDANG MEMBACA
NAUSY
Fiksi RemajaSungguh cinta bertepuk sebelah tangan itu sangat menyakitkan. Kau seperti tidak pernah memperdulikan kehadiranku. Aku terus berjuang untuk mendapatkan cintamu, mungkin aku masih bisa menunggu kehadiran cintamu. Tapi jika aku telah lelah, mungkin itu...
