twenty

678 40 2
                                        

Sudah dua minggu Syifa menghabiskan waktu liburannya di rumah saja. Ibunya tetap sibuk bekerja walaupun hari libur sekolah. Untung ada bik Sarmi yang selalu menjaga, merawat dan menemaninya.

"Ya ampun udah jam sebelas malam? Besok aku harus bangun pagi-pagi, ngga boleh telat! Besok kan harus cari kelas baru," gumam Syifa sembari menutup novel yang baru saja ia baca.

Ia berbaring di tempat tidurnya sembari menutup matanya. "Hayo tidur Syifa!!! Ah ngga bisa tidur," ia langsung beranjak dari tempat tidurnya lalu keluar kamar memegang segelas susu yang belum ia minum sejak tadi. Menghirup udara seger di malam hari dengan menikmati segelas susu.

Kring...kring...

Suara notifikasi telponnya berbunyi, ia segera meraih benda pipih yang sejak tadi ada di genggamannya, "Semoga mama! Ha? Kak Rey?"

"Halo iya kak?" ucapnya melalui ponsel yang menempel di telinganya.

"Halo, gadis kecil! Belum tidur?"

"Hm belum."

"Loh kenapa?"

"Ngga bisa tidur."

"Besok kan harus pagi-pagi bangun, besok sekolah ngga boleh telat loh!"

"Iya tau kakkk, tapi ngga bisa tidur. Gimana?"

"Hm... Ya udah kamu pikirin aku aja, biar tidur."

"Yi idih kimi pikirin iki iji biir tidir," ucap Syifa memamnyunkan mulut sambil mengucapkan kata-katanya dengan huruf I.

"Lagi ngga bercanda loh?!"

"Haha! Iya-iya!"

"Ya udah tidur gih, besok mau cari kelaskan?"

"Hmm."

"Bye, goodnight."

"Hmm."

Tuttt

Tidak tahu mengapa akhir-akhir ini moodnya sangat jelek. Ntah itu karena dirumah saja? Atau merindukan ibunya.

Syifa segera kembali ke tempat tidur dan langsung memejamkan matanya. Ia sudah berusaha untuk tidur tapi tidak tahu mengapa matanya tidak bisa diajak kompromi malam ini. Lagi-lagi ia tidak bisa tidur, ia memutuskan untuk mengotak-atik handphonenya sampai ia merasa ngantuk.

***

"Huaaa," Syifa menguap sembari merenggangkan otot pinggangnya yang terasa pegal. Ia segera membuka mata sambil mengucek matanya. Ia langsung terfokus kepada jam yang tertempel di dindingnya.

"GILAK! UDAH JAM 6.40!?"

Ia segera bangkit dari tempat tidurnya, berlari menuju ke kamar mandi, memakai seragam dan segera turun keluar rumahnya.

"Loh non hari ini sekolah?" ucap bik Sarmi yang melihat Syifa baru saja berlari turun menghampirinya.

"Iya, kok bibi ngga bangunin Syifa sih," ucap Syifa sambil memakai sepatunya.

"Bibi kira hari ini belum masuk, non ngga bilang sama bibi. Ya udah makan dulu ini rotinya, biar perutnya ada isi."

"Hm iya bik, makasih. Syifa pergi dulu yah."

"Sama siapa non?"

"Paling nanti Syifa naik angkot bik, Syifa pergi dulu. Assalamualaikum."

NAUSYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang