38-Semangat

47 7 0
                                        

Maaf jika banyak typo dan kesalahan yang lain 😁🙏🙏

Happy Reading 💙

Sisil berlari dengan semangat saat memasuki kelasnya. Dengan semangat pula ia memeluk Boby, perlakuannya yang tiba-tiba membuat pria itu terkejut. Bukan hanya Boby yang terkejut semua teman kelasnya pun ikut terkejut.

"Heh ngapain sih lo!!Lo fikir gue bantal guling seenaknya lo peluk-peluk gini!! Lepas engap gue!!"protes Boby

"Gue sayang sama lo Bob!!"ucap Sisil dengan lantang membuat semua orang menatap Sisil tak percaya.

Alya dan Lea saling bertukar pandang melihat kelakuan Sisil yang aneh. Mungkin Sisil salah minum obat atau kesambet hantu perawan.

"What the...???"gumam Fendi dengan lemah melihat Sisil yang seperti itu. Sudah tidak ada lagi harapan untuknya.

"Gue juga sayang sama lo Al"ujar Sisil sambil memeluk Alya. Sisil memeluk mereka berdua secara bersamaan. Alya terperanjat mendapatkan perlakuan seperti ini dari Sisil.

"Eh sorry tapi gue nggak suka sama cewek!"ucap Alya dengan ekspresi jijik

"Hahaa gue juga nggak suka cewek...ehhh tapi gue juga nggak suka cowok"timpal Boby berharap Sisil melepaskan pelukannya.

"Gue sayang sama kalian, sayang banget!!!!!"seru Sisil kembali

Setelah puas memeluk mereka Sisil melepaskan pelukannya. Ia mendongakkan kepalanya agar air matanya tak mentes.

"Eh lo kenapa??"tanya Alya ketika melihat wajah Sisil memerah.

"Anastasya Prisilia kembali"sahut Sisil dengan wajah berbinar.

Alya dan Boby saling bertukar pandang dengan raut yang bahagia.

"Yeahhhh Sisil kembali, Sisil kembali!!!"sorak Alya dan Boby bersamaan.

Lea mengerutkan keningnya bingung, dia tidak tahu apa-apa tentang mereka bertiga.

Boby langsung memeluk Sisil dengan erat, begitu pula dengan Alya. Mereka tak mampu menahan rasa bahagianya. Mereka juga tak perduli dengan pertanyaan semua teman kelasnya tentang kelakuan yang mereka lakukan.

"Eh..eh kalian ngapain peluk-pelukan gitu kaya teletubbiess aja!!"seru Bu Clara saat memasuki kelas.

Refleks mereka bertiga melepaskan pelukannya. Saking bahagianya tidak sadar jika bel masuk sudah berbunyi. Mereka hanya tersenyum kikuk, lalu duduk ke tempat masing-masing. Bu Clara hanya menggeleng melihat kelakuan mereka.

Bu Clara memulai KBM, ia menjelaskan materi kepada semua siswa, lalu menuliskan rumus-rumus di papan tulis. Sisil memperhatikan Bu Clara dengan baik. Dirinya sudah berjanji akan menjadi lebih baik dan semuanya di mulai hari ini.

Setelah selesai menjelaskan, seperti biasa ia memberikan beberapa soal untuk siswanya kerjakan.

"Okeh, siapa yang bisa mengerjakan soal ini silahkan maju!!"

Bu Clara tersenyum bangga melihat Rafa dan Sindi mengancungkan jarinya bersamaan.

"Iya kalian bisa maju, kalian bisa memilih soal yang akan kalian kerjakan!"ucap Bu Clara

Tanpa di perintah kembali mereka berdua maju. Sindi menatap Rafa sembari menunjukkan senyum manisnya. Teman kelasnya di buat heboh oleh mereka berdua.

"Pasangan musim panas!"

"Cocok nih"

"Tembak sin "

"Raf terima"

Begitulah pujian untuk mereka berdua, mereka memang terlihat sangat manis, Sindi yang selalu ramah kepada siapapun tapi bagi Sisil wanita itu menyebalkan. Rafa dan Sindi kerap di beritakan berpacaran tapi tidak ada klarifikasi apapun dari mereka berdua.

Lean On My ShoulderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang